Selain itu, Sudaryono mengatakan pertemuan dengan Menkeu Purbaya juga membahas temuan sekitar 6 juta siswa yang terdata ganda. Misalnya, satu siswa tercatat sebagai penerima manfaat di pesantren, tetapi juga tercatat sebagai penerima di sekolah menengah pertama (SMP).
"Tahun ini kita sisir karena ada pengurangan sekitar 6 jutaan penerima manfaat, yang itu misal dia daftar di pesantren, terus di SMP juga dia ada namanya," lanjutnya.
Pada tahun depan, Sudaryono menyebut anggaran MBG dialokasikan sekitar Rp240 triliun. Namun, jumlah tersebut akan disinkronkan dengan jumlah penerima manfaat baru yang terdata.
"Termasuk ada beberapa dapur, belum beroperasi tapi sudah dikirimi duit, itu sudah kita ambil kita kembalikan ke kas negara sekitar Rp311 miliar, insyaallah manageable," pungkasnya.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.