Menurut wilayah, secara tahunan seluruh provinsi mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Provinsi Maluku Utara yaitu sebesar 5,28 persen. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Kalimantan Utara yaitu sebesar 2,17 persen.
Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tahunan utamanya didorong oleh kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau dengan andil inflasi sebesar 1,13 persen, terutama didorong oleh daging ayam ras, ikan segar, minyak goreng, dan beras.
Kedua, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan andil inflasi sebesar 0,63 persen, terutama pada komoditas emas perhiasan.
"Dan yang ketiga, kelompok pengeluaran transportasi dengan andil terhadap inflasi sebesar 0,58 persen, terutama dari bensin, tarif angkutan udara, dan juga pelumas atau oli mesin," kata Ateng.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.