Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kemenhub Ungkap Kronologi Ban Pesawat Garuda Pecah di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Kamis, 03 September 2026 |13:59 WIB
Kemenhub Ungkap Kronologi Ban Pesawat Garuda Pecah di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar
Pesawat Garuda Indonesia (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkap kronologi insiden pesawat Garuda Indonesia GA604 yang mengalami pecah ban roda utama setelah lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kamis (3/9/2026).

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa menjelaskan, pesawat dengan registrasi PK-GFS dan tipe Boeing 737-800 tersebut terbang dengan rute Jakarta–Makassar. Pesawat kemudian berhasil mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, meski sebelumnya diketahui mengalami kerusakan pada salah satu roda utama.

"Informasi mengenai pecahnya ban main wheel nomor 3 diterima setelah pesawat mengudara dari Bandara Soekarno-Hatta," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (3/9/2026). 

Ia menjelaskan, pada pukul 05.52 WIB, Tower JATSC Bandara Soekarno-Hatta menyampaikan informasi kepada Pilot in Command (PIC) bahwa setelah airborne, roda utama nomor 3 pesawat mengalami pecah ban.

Sekitar 12 menit kemudian, pada pukul 06.04 WIB, PIC melakukan koordinasi melalui komunikasi Ground to Air (GTA). Setelah mempertimbangkan kondisi penerbangan, pilot memutuskan untuk melanjutkan penerbangan menuju Bandara Sultan Hasanuddin.

Kemenhub bersama pihak terkait kemudian melakukan koordinasi dengan Bandara Sultan Hasanuddin untuk mengantisipasi potensi runway blocked ketika pesawat melakukan pendaratan.

Selain itu, langkah-langkah penanganan juga disiapkan untuk memastikan proses pendaratan dapat berlangsung dengan aman. Pesawat GA604 akhirnya mendarat dengan selamat di landas pacu 03 Bandara Sultan Hasanuddin pada pukul 09.13 WITA.

 

Setelah pesawat berhasil mendarat, landas pacu Bandara Sultan Hasanuddin ditutup sementara melalui NOTAM Nomor A3284/26. Penutupan dilakukan untuk memastikan keselamatan operasional sekaligus memberikan ruang bagi proses penanganan pesawat.

Berdasarkan pemeriksaan awal yang dilakukan melalui koordinasi Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V Makassar bersama tim teknik Garuda Indonesia dan GMF AeroAsia, ditemukan adanya pecah ban pada main wheel nomor 3.

Pesawat selanjutnya ditarik atau towing dari runway menuju parking stand. Pesawat akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan proses perbaikan, termasuk penggantian main wheel.

Dalam insiden tersebut, sebanyak 141 penumpang dan 8 awak pesawat telah ditangani dengan mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kemenhub juga memastikan pemeriksaan dan pembersihan landas pacu telah dilakukan di Bandara Soekarno-Hatta maupun Bandara Sultan Hasanuddin. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak terdapat Foreign Object Debris (FOD) yang dapat membahayakan keselamatan penerbangan.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa mengatakan penanganan insiden dilakukan melalui koordinasi antara awak pesawat, pengelola bandara, AirNav Indonesia, Garuda Indonesia, serta tim teknis.

Kemenhub mengapresiasi respons cepat dan koordinasi seluruh pihak sehingga pesawat dapat mendarat dengan selamat dan penanganan pascakejadian dapat dilakukan sesuai prosedur.

Kemenhub menegaskan keselamatan dan keamanan penerbangan menjadi prioritas utama. Pemantauan terhadap proses pemeriksaan dan penanganan pesawat GA604 juga akan terus dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement