Secara umum, Kalimantan Timur memiliki curah hujan tahunan yang cukup tinggi, yakni berkisar 3.600-3.700 milimeter. Namun, memasuki puncak musim kemarau pada Juli-Agustus 2026, curah hujan mengalami penurunan signifikan.
Pada Juli 2026, curah hujan tercatat sekitar 289 milimeter. Angka tersebut kemudian turun drastis menjadi hanya 25 milimeter pada Agustus 2026. Minimnya curah hujan menyebabkan debit Sungai Mahakam mengalami penurunan, terutama di wilayah hulu. Sementara itu, di bagian hilir, debit juga menurun, tetapi fluktuasinya relatif lebih stabil.
Kondisi di wilayah hilir tersebut dipengaruhi oleh efek damping atau peredaman, baseflow dari anak-anak Sungai Mahakam yang berasal dari sejumlah kabupaten lain, serta pengaruh pasang surut.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.