Sementara itu, KMP Portlink 0 juga telah diberangkatkan menuju Tanjung Wangi untuk memperkuat layanan lintasan Tanjung Wangi–Lembar yang terhubung dengan Pelabuhan Gili Mas. Langkah ini menjadi bagian dari optimalisasi jaringan lintasan untuk menambah kapasitas sekaligus membantu mengurangi tekanan kendaraan di Ketapang–Gilimanuk.
Sambil menunggu tambahan armada, kapasitas kapal yang tersedia terus dioptimalkan. Pengaturan pola operasi dilakukan secara kolaboratif bersama regulator dan seluruh pemangku kepentingan sesuai dengan kewenangannya. Dalam kondisi saat ini, pola operasi dapat dioptimalkan hingga maksimal delapan trip dengan tetap mengikuti pengaturan dan ketentuan yang berlaku.
GM ASDP Ketapang, Media Syahrianto, mengatakan pengaturan operasional di lapangan dilakukan secara dinamis dengan melihat kondisi antrean dan pergerakan kendaraan.
"Tim di lapangan terus melakukan penyesuaian pola operasi agar kapasitas kapal bisa dimanfaatkan seoptimal mungkin. Kami juga berkoordinasi dengan seluruh pihak untuk memastikan proses pengaturan kendaraan dan pemuatan berjalan tertib sehingga antrean dapat lebih cepat terurai," ujar Media.
Ia menambahkan, komitmen bersama yang disepakati hari ini menjadi bagian penting untuk menjaga kelancaran operasional ke depan, termasuk memastikan pengguna jasa mengikuti pengaturan dan arahan petugas di lapangan.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.