Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Maksimalkan PLTS hingga Panas Bumi, Ini Cara Percepat Transisi Energi di Indonesia 

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Senin, 07 September 2026 |17:02 WIB
 Maksimalkan PLTS hingga Panas Bumi, Ini Cara Percepat Transisi Energi di Indonesia 
Maksimalkan PLTS hingga Panas Bumi, Ini Cara Percepat Transisi Energi di Indonesia (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Indonesia memasuki fase penting menuju sistem energi yang lebih bersih. Berbagai pembangunan infrastruktur seperti pembangkit listrik tenaga surya, pengembangan kendaraan listrik, pemanfaatan panas bumi, bioenergi, hingga berbagai program efisiensi energi terus didorong sebagai bagian dari agenda transisi energi.

Dalam pengembangan transisi energi ini, kebutuhannya tidak sekedar pemenuhan piranti teknis seperti teknologi, investasi, dan kebijakan tapi juga membutuhkan manusia, termasuk perempuan, yang bekerja di garis depan untuk mendorong perubahan menuju sistem energi yang lebih bersih, adil, dan berkelanjutan

Menurut Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Eniya Listiani Dewi, persoalan tersebut menjadi salah satu perhatian pemerintah sehingga  pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia membutuhkan dukungan seluruh pihak.

“Hingga saat ini capaian pengembangan energi baru, terbarukan dan konservasi energi grafiknya naik turun. Dari data kita lihat grafiknya memang naik, capaian investasi dan juga implementasi, tetapi memang kadang-kadang terkoreksi, bahkan triwulan pertama kemarin 18,3%, sekarang terkoreksi sedikit," katanya dalam keterangannya, Jakarta, Senin (7/9/2026).

Eniya juga mengapresiasi para pihak yang ikut mendorong dan terlibat aktif baik itu individu maupun korporat yang memiliki komitmen dalam pengembangan energi baru terbarukan. Bahkan pihaknya menyambut baik beberapa kampus yang juga terlibat dalam program tersebut. 

“Di mana ada universitas atau perguruan tinggi, kita overlay dengan sebaran EBT, sehingga di titik mana nanti universitas mana harus jadi  center of excellence dari PLTS misalnya," katanya.

Sebagai bentuk apresiasi atas keterlibatan dan komitmen aktif berbagai pihak dalam mendorong pengembangan energi baru terbarukan dan energi bersih, turut memberikan penghargaan kepada perusahaan, perguruan tinggi, dan individu melalui sejumlah kategori. 

 

Salah satunya adalah kategori Women in Clean Energy dalam Anugerah Energi Baru Terbarukan (AEBT) 2026, yang diberikan kepada perempuan yang dinilai memiliki komitmen dan kontribusi nyata dalam pengembangan energi bersih, inovasi, kepemimpinan, pemberdayaan masyarakat, serta percepatan transisi energi di Indonesia.

Salah satu penerima penghargaan Women in Clean Energi adalah Mada Ayu Habsari dari Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) yang memperoleh penghargaan dalam subkategori Energy Leader. 

Melalui organisasinya, Mada menjalankan komitmen pengembangan energi bersih yang selama ini menjadi area male domination dengan melibatkan banyak pekerja perempuan.

Menurut Mada Ayu Habsari transisi energi membutuhkan kontribusi dari semua pihak, termasuk perempuan. 

“Dengan mengakui dan memperkenalkan perempuan yang telah berkontribusi dalam energi bersih dan dekarbonisasi, kita dapat meningkatkan visibilitas mereka sebagai role model, sekaligus mendorong lebih banyak perempuan untuk terlibat dalam sektor energi.” ujar Mada.

Senada dengan Mada Ayu Habsari, Rita Kefi dari Yayasan Humanis yang juga menerima penghargaan dalam subkategori Changemaker mengungkapkan pengembangan energi di Indonesia harus melibatkan semua pihak tanpa membedakan gender. 

“Kalau berbicara tentang energi, ini tantangan terbesarnya adalah bagaimana meningkatkan partisipasi perempuan di sektor energi karena orang mengenal bahwa sektor energi ini adalah sektor maskulin, sektornya laki-laki,” kata Rita Kefi.

Pemberian anugerah pada Apresiasi EBTKE 2026 sejalan dengan upaya Sustainable Energy Transition in Indonesia (SETI) untuk memperluas visibilitas perempuan di sektor energi sekaligus menghadirkan lebih banyak figur yang dapat menjadi role model bagi generasi masa depan.

“Pengakuan ini penting untuk menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran yang kuat dalam mendorong perubahan di sektor energi. Kami berharap semakin banyak perempuan yang mendapatkan ruang untuk berkontribusi, memimpin, dan menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya,” ujar Project Manager SETI dari Yayasan Indonesia Cerah Caecilia Galih.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement