Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rupiah Makin Perkasa, Tekan Dolar AS ke Rp17.511 per USD

Anggie Ariesta , Jurnalis-Rabu, 09 September 2026 |16:33 WIB
Rupiah Makin Perkasa, Tekan Dolar AS ke Rp17.511 per USD
Rupiah Makin Perkasa, Tekan Dolar AS ke Rp17.511 per USD (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat 121 poin atau 0,69 persen ke level Rp17.511 per dolar AS pada akhir perdagangan hari ini.

Analis pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan, performa solid mata uang rupiah disokong kuat oleh rilis indikator data ekonomi dalam negeri yang melampaui ekspektasi pasar, seperti Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) dan angka penjualan ritel otomotif.

"Hari ini Rupiah ditutup menguat cukup tajam, kemungkinan besar dalam perdagangan besok, kemungkinan besar masih akan menguat. Ada kemungkinan penguatannya 50 poin di Rp17.480. Kemungkinan yang menyebabkan Rupiah menguat dalam perdagangan hari ini adalah data penjualan retail kemudian dengan indeks keyakinan konsumen yang cukup bagus," ujar Ibrahim dalam analisisnya, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Ibrahim menyoroti lonjakan IKK bulan Agustus yang menjadi capaian tertinggi sepanjang tahun 2026, sekaligus memperkuat optimisme terhadap target pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal III 2026.

"Di luar ekspektasi, indeks keyakinan konsumen itu lebih tinggi dibandingkan di bulan Juli yaitu di 118,5 dan kenaikan ini adalah kenaikan terbaik dari bulan Januari tahun 2026. Artinya apa? Bahwa dengan membaiknya indeks keyakinan konsumen, optimisme pemerintah bahwa pertumbuhan ekonomi di kuartal ketiga di 5,3 persen, kemungkinan besar akan tercapai," jelasnya.

 

Dari sektor riil, peningkatan penjualan ritel kendaraan bermotor pada Agustus yang menembus 83.422 unit atau tumbuh 7,7 persen turut memberikan sentimen positif tambahan bagi arus modal masuk (capital inflow).

Di sisi ekspektasi eksternal, apresiasi rupiah terbilang menarik lantaran terjadi di tengah eskalasi konflik geopolitik global di Timur Tengah dan Eropa Timur yang memicu lonjakan harga minyak mentah dunia jenis Brent hingga melampaui level 100 dolar AS per barel.

"Di sisi lain pun juga kita melihat bahwa kondisi harga minyak mentah yang sudah di atas 100 dolar per barel, terutama dalam Brent crude oil, tidak melemahkan mata uang rupiah dalam perdagangan di sore ini. Ini cukup menarik karena pasar melihat data internal yang cukup bagus sehingga membuat pasar optimis arus modal asing kembali masuk ke dalam negeri," pungkas Ibrahim.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement