JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengoptimalkan sistem Indonesia National Single Window (INSW) pada 2026 dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Pemanfaatan AI tersebut bertujuan mengolah dan menganalisis basis data ekspor-impor yang tersimpan di Lembaga National Single Window (LNSW) untuk menutup celah kebocoran penerimaan negara.
Purbaya mengatakan LNSW memiliki basis data perizinan ekspor dan impor dalam jumlah besar. Namun, pemerintah masih menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan dan mengolah data tersebut secara optimal.
“Sebelumnya kan kita sudah punya database di sini yang dikumpulkan di dalam sistem INSW,” kata Purbaya dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).
Purbaya menilai analisis manual maupun program komputer konvensional memiliki keterbatasan dalam membaca data transaksi yang belum terintegrasi. Oleh sebab itu, Kementerian Keuangan mengembangkan aplikasi berbasis AI untuk membantu para analis membaca pola data secara lebih presisi.
“Jadi kita kembangkan di sini aplikasi menggunakan AI juga. Untuk membantu para analis kita melihat potensi pendapatan yang mungkin diperoleh dengan perbaikan sistem,” jelas Purbaya.
Ia menegaskan pentingnya integrasi data dalam sistem INSW agar informasi dapat digunakan secara efektif untuk pengawasan perdagangan dan penerimaan pajak. Purbaya juga memuji peran strategis LNSW dalam menopang analisis kebijakan pemerintah.