“LNSW itu Lembaga National Single Window. Mungkin teman-teman jarang lihat, tapi ini cukup powerful dan membantu analisa kami,” kata Purbaya.
Sistem yang tengah dikembangkan tersebut dilaporkan telah menunjukkan tingkat akurasi yang tinggi dalam mendeteksi potensi pajak sejak dini.
“Jadi segala potensi pajak, potensi juga yang bisa terdeteksi awal di sini. Memang hasilnya memang seperti itu. Jadi akurasi cukup tinggi,” ungkapnya.
Lebih jauh, Purbaya mengarahkan agar sistem AI tersebut mampu menghitung estimasi kewajiban perpajakan setiap perusahaan secara mendalam. Data tersebut kemudian disandingkan dengan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan hingga dokumen pembayaran royalti.
“Untuk betul-betul ke depan setiap perusahaan terdeteksi berapa potensi pembayaran kewajibannya yang kurang,” ujar Purbaya.
Selain memantau transaksi berjalan, sistem ini dirancang memiliki kemampuan menelusuri rekam jejak aktivitas ekonomi pada tahun-tahun sebelumnya (tracking back).