Selain berkontribusi terhadap transisi energi, pengembangan biomassa juga memiliki potensi menciptakan aktivitas ekonomi baru di berbagai daerah. Saat ini, PLN EPI telah melibatkan sekitar 140 perusahaan dalam ekosistem biomassa di berbagai wilayah Indonesia.
Hokkop memperkirakan apabila pemanfaatan biomassa dapat ditingkatkan hingga sekitar 8 juta ton, ekosistem tersebut berpotensi menciptakan lapangan kerja bagi sekitar 750 ribu orang, mulai dari penyediaan bahan baku, pengolahan, transportasi dan logistik, hingga aktivitas pendukung lainnya.
“Kami sudah menyampaikan ini kepada Kementerian Tenaga Kerja di Indonesia. Ini merupakan peluang pekerjaan yang besar untuk industri biomassa,” katanya.
Peluang pengembangan tersebut masih terbuka lebar. Dari potensi sekitar 80 juta ton per tahun, PLN EPI memperkirakan masih terdapat sekitar 60 juta ton biomassa yang dapat dikembangkan. Potensi tersebut bahkan belum memperhitungkan limbah rumah tangga maupun sumber biomassa berbasis air.
Karena itu, pengembangan biomassa perlu ditempatkan dalam kerangka yang lebih luas dari sekadar penyediaan bahan bakar pembangkit. Ekosistem biomassa perlu dibangun dari hulu hingga hilir sehingga mampu menciptakan pasar yang berkelanjutan, memperkuat industri dalam negeri, membuka lapangan pekerjaan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar sumber biomassa.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.