Secara umum, kemampuan cicilan dapat berada di kisaran 30 persen dari penghasilan. Namun, besaran tersebut tetap bergantung pada kondisi keuangan dan kemampuan masing-masing calon debitur.
Ekosistem Properti Terintegrasi
Kemudahan akses terhadap hunian juga semakin berkembang seiring dengan digitalisasi layanan properti. Calon pembeli kini dapat melakukan pencarian rumah sekaligus memperoleh informasi mengenai pembiayaan melalui kanal digital.
Thomas mengatakan, BTN mengembangkan pendekatan online-to-offline dan offline-to-online untuk memberikan fleksibilitas kepada masyarakat.
“Masyarakat dapat melakukan simulasi pembiayaan secara digital maupun berkonsultasi secara langsung dengan petugas BTN. Kalau Gen Z biasanya digital savvy, mereka bisa menggunakan layanan online. Tapi kalau ingin bertemu langsung, kami juga punya cabang dan service center,” jelasnya.
Thomas menegaskan, pengembangan layanan properti tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan perubahan kebutuhan nasabah, khususnya generasi muda.
“Kami membangun bukan dari product centric, tetapi dari customer need. Kebutuhannya apa, dari situ kami membangun,” katanya.
Pendekatan tersebut dinilai penting karena proses membeli rumah bagi generasi muda tidak berhenti pada menemukan properti yang sesuai. Calon pembeli juga membutuhkan kepastian mengenai kemampuan membayar dan pilihan pembiayaan yang dapat disesuaikan dengan kondisi keuangan.
Mencari Rumah Sekaligus Mengukur Kemampuan Finansial
CEO 99 Group Darius Cheung mengatakan, membeli rumah merupakan salah satu keputusan finansial terbesar dalam kehidupan seseorang. Karena itu, masyarakat membutuhkan pendampingan sejak tahap awal pencarian properti hingga memperoleh solusi pembiayaan.
“Rumah123 ingin menemani masyarakat dalam setiap tahap perjalanan menuju kepemilikan rumah, mulai dari menemukan pilihan hingga mengakses solusi pembiayaan,” kata Darius.
CMO 99 Group Bharat Buxani menambahkan, kebutuhan calon pembeli rumah berbeda-beda. Sebagian masyarakat baru berada pada tahap mencari hunian, sementara lainnya sudah mulai menghitung kemampuan finansial atau membutuhkan solusi untuk KPR yang sedang berjalan.
“Melalui Harpropnas Fest 2026, kami ingin menghadirkan pengalaman yang membuat perjalanan menuju rumah terasa lebih mudah, dekat, dan menyenangkan,” ujarnya.
Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan dan Sarana dan Prasarana Permukiman Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia Ronny Ariuly Hutahayan mengatakan, perluasan akses terhadap hunian membutuhkan dukungan ekosistem yang saling terhubung.
“Akses terhadap hunian yang layak membutuhkan dukungan ekosistem yang saling terhubung, mulai dari penyediaan hunian, pembiayaan, hingga informasi,” ujarnya.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.