Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ini Cara Perkuat Ekosistem Green Economy di RI

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Jum'at, 11 September 2026 |10:12 WIB
Ini Cara Perkuat Ekosistem Green Economy di RI
Green Economy (Foto: Okezone)
A
A
A

Melalui pembagian peran tersebut, kolaborasi diarahkan untuk membangun sebuah ekosistem yang menghubungkan produksi pertanian berkelanjutan dengan rantai pasok dan pasar, partisipasi masyarakat dengan ekonomi sirkular, serta aktivitas lingkungan dengan teknologi pengukuran dampak.

Ekosistem yang dibangun diarahkan untuk menghubungkan pendidikan hijau dengan aktivitas ekonomi yang memberikan dampak nyata. 

Pengetahuan mengenai ekonomi hijau melalui Green Education diharapkan mendorong lahirnya berbagai Green Action di lingkungan sekolah, pertanian, koperasi, dan masyarakat.

"Aktivitas tersebut selanjutnya dapat didukung teknologi digital untuk pencatatan, pemantauan, traceability, dan pengukuran dampak lingkungan secara lebih terstruktur," katanya.

Data dan dampak yang dihasilkan dapat menjadi salah satu dasar untuk mengidentifikasi kegiatan yang layak dikembangkan menjadi green project.

Pada aktivitas yang memiliki potensi mitigasi perubahan iklim dan memenuhi persyaratan teknis, metodologi, MRV, kelayakan komersial, serta regulasi yang berlaku, pengembangannya dapat dijajaki lebih lanjut menjadi climate project maupun carbon project.

Dengan pendekatan tersebut, kegiatan lingkungan tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan manfaat ekologis dan sosial, tetapi juga berpeluang menciptakan green economic value bagi petani, koperasi, komunitas, dunia pendidikan, dunia usaha, serta pemangku kepentingan yang terlibat.

Pertanian menjadi salah satu sektor strategis dalam kolaborasi karena memiliki hubungan langsung dengan ketahanan pangan, penggunaan lahan, air dan energi, biomassa, limbah organik, serta emisi gas rumah kaca.

Melalui jaringan KPCI, para pihak dapat melakukan pemetaan wilayah, petani, kelompok tani, koperasi, komoditas, serta praktik pertanian yang berpotensi dikembangkan melalui pendekatan yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Pengembangan contract farming dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat hubungan antara petani, kepastian produksi, koperasi, rantai pasok, dan pasar. KKDC selanjutnya dapat mendukung konektivitas hilir melalui jaringan distribusi, konsumen, komunitas, serta akses pasar.

Untuk kegiatan pertanian yang memiliki potensi mitigasi perubahan iklim atau pengurangan emisi, ESGIN dapat mendukung identifikasi dan kajian awal guna menentukan kelayakannya untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai green project, climate project, maupun proyek karbon sesuai ketentuan yang berlaku.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement