Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cerita Purbaya Dicopot Usai Setahun Jadi Menteri Keuangan, Pagi Sempat Rapat

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Selasa, 15 September 2026 |10:42 WIB
Cerita Purbaya Dicopot Usai Setahun Jadi Menteri Keuangan, Pagi Sempat Rapat
Cerita Purbaya Dicopot Usai Setahun Jadi Menteri Keuangan, Pagi Sempat Rapat (Foto: Purbaya Rapat di DPD/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto telah melakukan reshuffle kabinet dengan mengganti Purbaya Yudhi Sadewa sebagai menteri keuangan pada Senin 14 September 2026. Kini posisi menteri keuangan dijabat Suahasil Nazara.

Purbaya menjabat sebagai menteri keuangan hanya 1 tahun 5 hari yaitu dari 8 September 2025 hingga 14 September 2026.

Saat itu, Purbaya dilantik Presiden Prabowo Subianto menggantikan Sri Mulyani Indrawati sebagai menteri keuangan pada 8 September 2025. Kemudian, pada 14 September 2026, Purbaya terkena reshuffle dan digantikan oleh Suahasil Nazara.

Sebelum jadi menteri keuangan, Suahasil merupakan wakil menteri keuangan.  Suahasil dilantik untuk melanjutkan sisa masa jabatan Kabinet Merah Putih periode 2024-2029. Pengangkatan tersebut dibacakan dalam prosesi pelantikan di hadapan Presiden Prabowo.

"Mengangkat Professor Suahasil Nazara PhD sebagai Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih," ucap keputusan Presiden yang dibacakan dalam prosesi pelantikan di Istana Negara, Jakarta.

Detik-Detik Purbaya Dicopot sebagai Menkeu

Dalam pergantian posisi menteri keuangan, Purbaya sebelumnya sempat mengikuti rapat kerja Gabungan Komite IV DPD RI di Kompleks Parlemen sejak pagi. 

Ketika memaparkan materi, Purbaya kemudian disela oleh salah satu pimpinan DPD RI. Pimpinan DPD menyampaikan bahwa rapat perlu diskors sementara karena ada telepon untuk Purbaya.

"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas). Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya, ada (suara tidak jelas)," kata pimpinan kepada Purbaya.

Sementara itu, dalam video yang beredar, Purbaya terlihat mengangkat telepon tersebut. Kemudian, sekitar pukul 14.30 WIB, Purbaya melangkah keluar gedung rapat tanpa memberikan keterangan kepada awak media yang telah menunggu di area pintu keluar.

 

Suahasil Jadi Menteri Keuangan

Setelah dilantik, Suahasil mengatakan dirinya menerima informasi mengenai penunjukan tersebut pada Senin pagi. Dia mengaku tidak melakukan komunikasi sebelumnya terkait pergantian posisi Menkeu.

"Pertanyaan mengenai proses, saya disampaikan tadi pagi dan untuk bersiap untuk pelantikan pada sore hari ini, seperti itu," kata Suahasil.

Saat ditanya mengenai komunikasi sebelum pelantikan, Suahasil pun menjawab singkat. "Enggak ada, hari ini enggak ada."

Suahasil menyebut Prabowo memberikan arahan agar dirinya menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara. Menurutnya, APBN harus tetap sehat sekaligus kredibel untuk mendukung program prioritas pemerintah.

Pengakuan Suahasil usai Purbaya Tak Jabat Menkeu

Di sisi lain, pergantian Menkeu tersebut menyisakan teka-teki mengenai posisi Purbaya Yudhi Sadewa setelah tidak lagi menjabat sebagai Menkeu. 

Ketika ditanya awak media mengenai ke mana Purbaya akan ditempatkan setelah dicopot dari posisi Menkeu, Suahasil tidak memberikan jawaban. "Nanti tanya Pak Purbaya kalau itu."

Suahasil juga mengatakan proses transisi dengan Menkeu sebelumnya tetap akan dilakukan untuk memastikan pekerjaan di Kementerian Keuangan berjalan dengan baik.

"Transisi saya pasti harus kita koordinasikan dengan baik dan setelah ini saya akan kembali ke Kementerian Keuangan dan kita akan melanjutkan pekerjaan Kementerian Keuangan seperti biasa," paparnya.

 

Jaga APBN

Mengenai alasan pergantian Menkeu, Suahasil menyebut langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat pengelolaan keuangan negara sekaligus melanjutkan pekerjaan yang selama ini telah berjalan.

"Tentu untuk memperkuat keuangan negara, melanjutkan apa yang kita sudah lakukan selama ini," katanya.

Suahasil menegaskan defisit APBN tetap ditargetkan berada di bawah 3 persen. Dia juga menyebut prioritasnya setelah menjabat adalah menjaga APBN tetap kredibel dan mendukung program-program prioritas pemerintah. "Defisit akan tetap di bawah 3 persen."

"Prioritasnya adalah menjalankan APBN yang kredibel. Jadi saya akan terus menjalankan APBN yang dapat dipercaya, komunikasi publik yang dapat dipercaya, dan juga akan memastikan bahwa apa yang dilakukan oleh APBN adalah mendukung program prioritas pemerintah," paparnya.

Terkait kemungkinan perubahan di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Suahasil mengatakan pihaknya akan melihat keputusan yang telah diambil sebelumnya dan menindaklanjutinya.

"Nanti kita lihat, tapi kemarin memang ada pelantikan minggu lalu dan tentu nanti kita akan lihat pelantikan seperti apa, keputusan Menteri Keuangannya seperti apa, dan kita akan tindak lanjuti dari situ," ujarnya.

Dia juga menegaskan efisiensi tetap menjadi bagian dari pengelolaan APBN. Namun, menurutnya, efisiensi tidak sekadar memangkas anggaran, melainkan memastikan belanja menghasilkan manfaat maksimal bagi masyarakat.

"Efisiensi itu adalah bagian dari gerak APBN. Jadi APBN itu ada penerimaan, ada belanja, dan ada pembiayaan. Di bagian belanja tentu kita selalu berusaha mencari belanja yang lebih efisien tapi menghasilkan output yang kemudian sesuai dengan apa yang sudah direncanakan," paparnya.

Suahasil berharap pergantian tersebut tidak dipandang sebagai perubahan besar dalam pengelolaan Kementerian Keuangan. Sebab, dia menyebut dirinya selama ini juga berada di lingkungan kementerian tersebut.

"Tapi menurut saya ini bukan perubahan yang apa ya, ini adalah kelanjutan aja, bukan perubahan, kelanjutan. Kan teman-teman juga tahu saya selama ini juga di dalam Kementerian Keuangan," pungkasnya.
 

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement