Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dari Tabungan hingga Valas, Ini Perubahan Pengguna Perbankan Digital

Feby Novalius , Jurnalis-Selasa, 15 September 2026 |17:03 WIB
Dari Tabungan hingga Valas, Ini Perubahan Pengguna Perbankan Digital
Dari Tabungan hingga Valas, Ini Perubahan Pengguna Perbankan Digital. (Foto: Okezone.com/Freepik)
A
A
A

JAKARTA – Perubahan kebutuhan masyarakat dalam mengelola keuangan mendorong perbankan digital mengembangkan layanan yang lebih beragam, mulai dari transaksi mata uang asing, tabungan, hingga pengelolaan arus kas. Pengembangan layanan juga dilakukan dengan mempertimbangkan masukan dan kebiasaan pengguna dalam bertransaksi.

Head of Emerging Affluent SMBC Indonesia Irwan Tisnabudi mengatakan masukan dari pengguna menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan fitur dan layanan perbankan digital.

"Kami terus mendengarkan masukan, ide, dan insight dari masyarakat digital savvy di Indonesia untuk menghadirkan inovasi yang semakin relevan dengan kebutuhan mereka," ujar Irwan, dalam keterangan tertulis, Selasa (15/9/2026). 

Menurut Irwan, kebutuhan transaksi masyarakat kini semakin beragam, termasuk untuk aktivitas keuangan lintas negara. Kondisi tersebut mendorong pengembangan layanan yang memungkinkan pengguna melakukan transaksi mata uang asing melalui aplikasi.

Layanan tersebut mencakup aktivitas menabung, menukar, mengirim, dan menerima sejumlah mata uang asing. Pengembangan transaksi valas menjadi salah satu respons terhadap meningkatnya kebutuhan masyarakat yang melakukan perjalanan, transaksi, maupun aktivitas keuangan dengan pihak di luar negeri.

Selain transaksi internasional, pengelolaan keuangan sehari-hari juga menjadi bagian dari pengembangan layanan perbankan digital. Salah satunya melalui fitur yang memungkinkan pengguna melakukan transaksi sekaligus menyisihkan dana untuk tabungan.

Irwan mengatakan pengembangan layanan dilakukan melalui proses kokreasi dengan pengguna. Pendekatan tersebut memungkinkan penyedia layanan mendapatkan masukan mengenai kebutuhan masyarakat sekaligus mengevaluasi fitur yang telah tersedia.

"Kokreasi menjadi bagian penting dalam proses pengembangan layanan. Dengan mendengarkan kebutuhan masyarakat, kami dapat memahami bagaimana mereka mengelola keuangan dan menyesuaikan layanan dengan perubahan tersebut," katanya.

Pada 2026, pengembangan layanan juga mencakup penambahan pilihan mata uang asing, yakni lira Turki, franc Swiss, dan riyal Saudi. Penambahan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pilihan transaksi valas bagi pengguna.

Perkembangan layanan perbankan digital tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan transaksi pembayaran, tetapi juga mencakup pengelolaan dana, tabungan, investasi, dan aktivitas keuangan lintas negara.

Bagi industri perbankan, perubahan pola transaksi masyarakat menjadi salah satu faktor yang mendorong pengembangan layanan digital. Kemudahan penggunaan, keamanan transaksi, serta kemampuan layanan dalam menyesuaikan kebutuhan pengguna menjadi bagian penting dalam perkembangan perbankan digital.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement