Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

PLTP Gunung Ungaran Masih Tahap Eksplorasi, Ditargetkan Beroperasi 2031

Feby Novalius , Jurnalis-Kamis, 17 September 2026 |10:11 WIB
PLTP Gunung Ungaran Masih Tahap Eksplorasi, Ditargetkan Beroperasi 2031
Pemerintah menegaskan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Ungaran masih berada pada tahap eksplorasi. (Foto: Okezone.com/ESDM)
A
A
A

Menurut Agus, pembangkit listrik tenaga panas bumi secara umum menghasilkan emisi gas rumah kaca, seperti karbon dioksida (CO2), sulfur oksida (SOx), nitrogen oksida (NOx), dan partikulat yang relatif rendah dibandingkan pembangkit berbahan bakar fosil. Namun, tingkat emisi tetap bergantung pada karakteristik fluida panas bumi dan teknologi pembangkit yang digunakan.

"Secara umum rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi menghasilkan emisi gas rumah kaca seperti CO2, SOx, NOx, dan partikulat yang sangat rendah dibandingkan pembangkit berbasis bahan bakar fosil," kata Agus.

Ia menjelaskan fluida panas bumi dari reservoir dapat membawa gas alami, seperti karbon dioksida (CO2) dan hidrogen sulfida (H2S). Karena itu, pengelolaan fluida menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan dan dampak lingkungan proyek.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah menginjeksikan kembali fluida yang telah digunakan ke dalam reservoir. Menurut Agus, langkah tersebut dapat mengurangi pembuangan limbah sekaligus mendukung keberlanjutan sumber daya panas bumi.

"Fluida yang sudah tidak digunakan akan direinjeksikan kembali ke reservoir sehingga akan mengurangi pembuangan limbah berbahaya yang merusak ekosistem," jelasnya.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement