Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dari Bawah Bumi ke Era Digital, Elnusa Menggerakkan Energi Masa Depan

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Kamis, 17 September 2026 |13:58 WIB
Dari Bawah Bumi ke Era Digital, Elnusa Menggerakkan Energi Masa Depan
Dari Bawah Bumi ke Era Digital, Elnusa Menggerakkan Energi Masa Depan (Foto: Dokumentasi Elnusa)
A
A
A

Mengubah Teknologi Menjadi Efisiensi

Rangkaian inovasi tersebut kemudian bermuara pada satu tuntutan yang semakin penting dalam industri energi: bagaimana teknologi menghasilkan operasi yang lebih efisien tanpa mengorbankan keandalan dan keselamatan.

Direktur Utama Elnusa Litta Ariesca menyatakan, Elnusa terus mengembangkan kompetensi, teknologi, dan inovasi untuk memastikan setiap pekerjaan memberikan nilai tambah bagi ketahanan energi dan mendukung Indonesia semakin mandiri.

Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, Elnusa mendukung kegiatan eksplorasi, produksi, pengembangan, hingga pemeliharaan aset hulu migas melalui kapabilitas jasa energi terintegrasi.

Teknologi dan inovasi menjadi penggerak penting untuk meningkatkan efektivitas, produktivitas, dan efisiensi operasi. Elnusa mendorong digitalisasi, optimalisasi data, serta pengembangan solusi berbasis teknologi untuk menjawab kebutuhan industri yang semakin dinamis.

Langkah tersebut sekaligus mendukung agenda Low-Cost Operator (LCO) di lingkungan Subholding Upstream Pertamina. Dengan pendekatan ini, teknologi tidak berhenti pada perubahan proses kerja, tetapi diarahkan untuk menghasilkan efisiensi dan nilai tambah.

Litta mengungkapkan, arah transformasi perusahaan juga berfokus pada efisiensi biaya operasi sekaligus optimalisasi lapangan-lapangan marginal, termasuk sumur dengan cadangan terbatas yang membutuhkan kecermatan kalkulasi teknologi agar tetap ekonomis untuk dieksploitasi.

“Ke depan, kami akan fokus sebagai low-cost operator untuk menggarap lapangan marginal. Kami menargetkan kegiatan operasi bisa 15 persen hingga 20 persen, bahkan mencapai 25 persen lebih efisien dibandingkan operasi migas saat ini,” kata Litta.

Dari sinilah teknologi bertemu dengan kepentingan yang lebih luas. Efisiensi operasi bukan hanya soal menekan biaya, tetapi juga menjaga agar aset energi tetap produktif dan mampu menopang keberlanjutan pasokan.

Melalui dukungan terhadap rantai pasok dan operasional energi di berbagai wilayah Indonesia, Elnusa turut menjaga keberlangsungan aktivitas yang menjadi penggerak industri dan ekonomi.

Kontribusi tersebut diperkuat melalui pertumbuhan bisnis, pengembangan sumber daya manusia, serta penerapan tata kelola dan prinsip keberlanjutan.

“Para Perwira Elnusa adalah kekuatan di balik keandalan operasi, layanan, dan inovasi yang kami hadirkan. Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, keberanian untuk terus beradaptasi, serta komitmen terhadap keselamatan dan integritas, kami ingin seluruh Perwira Elnusa mengambil bagian dalam perjuangan membangun Indonesia yang semakin mandiri, menghadirkan manfaat yang lebih luas, dan menggerakkan kemakmuran bagi masyarakat,” tambah Litta.

Teknologi Tidak Berhenti di Hulu

Jika hulu adalah akar perjalanan Elnusa, teknologi membuat kapabilitas tersebut dapat menjalar ke berbagai mata rantai energi.

Portofolio Elnusa kini mencakup jasa penunjang migas, engineering procurement construction (EPC), operation & maintenance, distribusi dan logistik energi, hingga solusi digital.

Salah satu implementasinya terlihat pada pengembangan sistem Road Traffic Control (RTC).

Sistem tersebut mengintegrasikan GPS, AI-based CCTV, data perjalanan, kondisi lalu lintas, serta perilaku pengemudi ke dalam sistem monitoring. Teknologi diarahkan untuk mendukung keselamatan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

Pada sisi infrastruktur energi, Elnusa juga mengerjakan pembangunan Fuel Terminal Palaran berkapasitas 37.500 kiloliter serta Terminal LPG Kolaka.

Dengan demikian, inovasi tidak hanya hadir dalam bentuk perangkat digital. Ia juga hadir dalam engineering, pengelolaan aset, keselamatan, efisiensi operasi, hingga pembangunan infrastruktur yang memastikan energi dapat didistribusikan.

Ketika Inovasi Berubah Menjadi Pertumbuhan

Pada akhirnya, perjalanan teknologi harus dapat diterjemahkan menjadi kinerja.

Hingga semester I-2026, Elnusa membukukan pendapatan Rp7,58 triliun dan laba bersih Rp435 miliar. Pada periode yang sama, nilai carry forward contract mencapai Rp18,8 triliun.

Aktivitas operasional juga mencakup survei seismik 3D seluas 1.757,08 kilometer persegi, transportasi energi sebesar 14 juta kiloliter, serta distribusi BBM mencapai 1.918 ribu kiloliter.

Angka-angka tersebut memperlihatkan bagaimana inovasi bergerak dari ruang pengembangan teknologi menuju aktivitas bisnis yang nyata.

Bagi Elnusa, teknologi bukan hanya enabler, tetapi semakin ditempatkan sebagai sumber keunggulan kompetitif dan penciptaan nilai baru.

Karena itu, strategi Technology and Innovation Edge menjadi bagian penting dari arah pertumbuhan perusahaan. Penguatan teknologi berjalan berdampingan dengan keunggulan operasional, efisiensi, kompetensi sumber daya manusia, dan kolaborasi lintas lini bisnis.

Fondasi tersebut diperkuat dengan tata kelola. Sebagai perusahaan terbuka, Elnusa mencatatkan ACGS Assessment Score 96,66 dengan predikat Very Good.

Bagi perusahaan yang telah melewati perjalanan lebih dari setengah abad, capaian tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga agar pertumbuhan tidak hanya berbicara mengenai angka, tetapi juga kepercayaan.

 

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement