Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Transformasi Bisnis di Sektor Farmasi, Ini Langkahnya

Feby Novalius , Jurnalis-Jum'at, 18 September 2026 |12:21 WIB
Transformasi Bisnis di Sektor Farmasi, Ini Langkahnya
Transformasi bisnis di sektor farmasi dibutuhkan di tengah persaingan yang ketat. Hal ini dilakukan perusahaan farmasi multinasional asal Denmark, Novo Nordisk. (Foto; Okezone.com/Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Transformasi bisnis di sektor farmasi dibutuhkan di tengah persaingan yang ketat. Hal ini dilakukan perusahaan farmasi multinasional asal Denmark, Novo Nordisk.

“Individu dan komunitas selalu menjadi fokus utama dalam pengembangan sains di Novo," kata Presiden dan CEO Novo Mike Doustdar dalam keterangannya,  Jakarta, Jumat (17/9/2026).

Dia menambahkan,  pihaknya telah mendorong transformasi di berbagai bidang kesehatan, seperti obesitas dan diabetes, dengan menghadirkan inovasi bagi kehidupan jutaan orang. Namun, kebutuhan kesehatan yang belum terpenuhi masih sangat besar. 

"Pada saat yang sama, ekspektasi masyarakat terhadap solusi kesehatan juga terus berubah,” sambungnya.

Kini pihaknya berfokus pada lasting health starts now dan penggunaan Novo sebagai nama perusahaan serta memperbarui budaya perusahaan melalui the Novo way. Hal ini mendorong perusahaan untuk melangkah maju dengan lebih fokus, cepat, serta berdampak. 

"Layanan kesehatan harus semakin responsif, relevan, dan lebih mudah menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari. Identitas brand dan budaya perusahaan kami memiliki peran strategis dan akan memperkuat cara kami beroperasi dan bersaing, namun alasan keberadaan kami tidak akan berubah," katanya.

Pihaknya tetap fokus pada misi untuk membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat dan memiliki ambisi besar untuk membantu mereka mencapai kesehatan yang berkelanjutan, dimulai dari sekarang.

Hal ini akan menghadirkan cara yang khas, mudah dikenali, dan konsisten bagi Novo dalam membangun hubungan dengan masyarakat, mitra, serta pemangku kepentingan lainnya di seluruh dunia.

"Identitas brand dan budaya perusahaan saling melengkapi, dimana budaya membentuk cara kami menjalankan strategi dan bekerja, sementara identitas brand membentuk nilai yang dirasakan masyarakat terhadap produk dan layanan kami, serta bagaimana perusahaan kami dipandang di seluruh dunia,” ujar Executive Vice President, People, Organisation & Corporate Affairs Novo Tania Sabroe.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement