“Saya mengapresiasi apa yang dilakukan Intani. Sangat baik dan terukur dalam program swasembada pangan berkelanjutan. Jarang demplot seperti ini yang bisa meningkatkan produktivitas,” ujar Syamsudin.
Direktur Pembenihan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Ladiyani Retno Widowati mengatakan pemilihan benih unggul dan penerapan pemupukan berimbang merupakan bagian dari upaya meningkatkan produktivitas tanaman.
Menurut Ladiyani, penggunaan pupuk hayati juga dapat menjadi salah satu pendekatan untuk memperbaiki kondisi tanah pertanian, terutama pada lahan yang mengalami degradasi.
Demplot tersebut menggunakan PHC Pureplant dan pembenah tanah organik (PTO) HumicGen sebagai bagian dari perlakuan budidaya. Selain di Bantul, demplot serupa dikembangkan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, dengan masing-masing luasan 5 hektare.
Hasil demplot tersebut selanjutnya menjadi bahan evaluasi untuk pengujian dan pengembangan pola pemupukan berimbang di wilayah lain dengan mempertimbangkan kondisi tanah, varietas benih, lingkungan budidaya, dan kebutuhan pemupukan di masing-masing daerah.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.