Kemenhub membantah kabar yang menyebut pergantian Masyhud dipicu oleh sejumlah kecelakaan pelayaran yang terjadi belakangan ini.
Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub Farida Makhmudah mengatakan pergantian pimpinan merupakan bagian dari evaluasi dan penyegaran manajerial di lingkungan kementerian.
“Pergantian pimpinan di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut merupakan hal normal serta bagian dari evaluasi dan penyegaran manajerial untuk memperkuat organisasi,” ujar Farida kepada iNews Media Group, Jumat (18/9/2026).
Menurut Farida, keputusan tersebut ditujukan untuk memperkuat kepemimpinan dan sistem pengawasan internal, khususnya dalam meningkatkan keselamatan pelayaran.
Di tengah pergantian pimpinan Ditjen Hubla, data yang disampaikan dalam bahan berita mencatat terdapat 601 kecelakaan kapal sepanjang Januari-Agustus 2026.
Kecelakaan tersebut mengakibatkan 239 orang meninggal dunia dan 203 orang dinyatakan hilang.