Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ini Pesan Menkeu Suahasil ke Pejabat Eselon II Kemenkeu

Anggie Ariesta , Jurnalis-Senin, 21 September 2026 |11:51 WIB
Ini Pesan Menkeu Suahasil ke Pejabat Eselon II Kemenkeu
Menkeu Suahasil (Foto: Okezone)
A
A
A

Di sisi lain, Suahasil mengingatkan peran ganda Bea Cukai dalam mendorong perekonomian nasional.
"Namun, di sisi lain, Direktorat Jenderal Bea Cukai juga adalah fungsi Kementerian Keuangan mengumpulkan penerimaan, dan juga memiliki fungsi Kementerian Keuangan untuk melakukan pembinaan terhadap usaha masyarakat, terutama yang berorientasi kepada ekspor," tambahnya.

Kepada jajaran pejabat Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb), Suahasil menggarisbawahi pentingnya pengelolaan kas negara yang presisi agar APBN dapat hadir tepat waktu sebagai mesin penggerak ekonomi masyarakat.

"Untuk para pejabat Direktorat Jenderal Perbendaharaan, saya ingin Saudara melihat APBN sebagai instrumen, instrumen khas, instrumen anggaran yang ikut menggerakkan perekonomian. Pengelolaan kas harus semakin presisi, agar belanja negara hadir pada waktu yang tepat, menjaga momentum ekonomi, dan tetap menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat," ungkapnya.

Adapun pesan khusus dialamatkan kepada pejabat Sekretariat KSSK. Suahasil meminta mereka bertindak aktif sebagai penggerak koordinasi lintas pilar, meliputi Kemenkeu, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), serta unsur Danantara.

"Untuk para pejabat di Sekretariat KSSK, saya ingin Saudara tidak hanya menjadi pengelola forum, tetapi Saudara harus menjadi penggerak koordinasi, koordinasi pilar KSSK, yaitu Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, OJK, dan LPS, dan di dalam beberapa rapat terakhir kita mulai melibatkan elemen penting dari pengelolaan Republik ini, yaitu Danantara," ujar Suahasil.

Ia menekankan bahwa Sekretariat KSSK tidak boleh sekadar mengurusi aspek teknis administrasi rapat, melainkan harus mengawal koordinasi berkelanjutan mulai dari pemantauan risiko hingga early warning system.

Adapun Suahasil mengingatkan jajaran Eselon II untuk melepaskan sekat ego sektoral antarunit kerja dan memperkuat sinergi lintas direktorat jenderal secara profesional.

Suahasil menekankan bahwa kepemimpinan yang kuat harus ditopang oleh integritas, tata kelola yang bersih, serta keberanian mengambil keputusan.

Dengan demikian, Suahasil menegaskan bahwa nilai tertinggi dari tugas pengelolaan keuangan negara terletak pada dampaknya bagi masa depan rakyat Indonesia.

“Saya percaya saudara-saudara mampu menjalankannya dengan sebaik-baiknya dan akan terus menjaga integritas, memelihara profesionalisme, bekerja dengan hati, karena pada akhirnya yang kita kelola bukan sekedar angka semata, bukan hanya sekedar angka di dalam APBN, bukan hanya sekedar target pajak di unit Direktorat Jenderal Pajak, bukan hanya sekedar target penerimaan di unit masing-masing, Bea Cukai dan tempat lain, namun yang kita kelola adalah harapan masyarakat Indonesia terhadap masa depan Indonesia yang seharusnya menjadi lebih baik," pungkas Suahasil.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement