Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bongkar Penyelundupan Rp27,3 Miliar, Dirjen Bea Cukai Ungkap Modus Manipulasi Beras hingga Balpres

Rohman Wibowo , Jurnalis-Selasa, 22 September 2026 |13:22 WIB
Bongkar Penyelundupan Rp27,3 Miliar, Dirjen Bea Cukai Ungkap Modus Manipulasi Beras hingga Balpres
Bongkar Penyelundupan Rp27,3 Miliar, Dirjen Bea Cukai Ungkap Modus Manipulasi Beras hingga Balpres (Foto: Okezone)
A
A
A

Pengembangan dari penindakan Tanjung Perak membawa petugas mendeteksi pengiriman sejenis bermodus serupa di Bogor pada 7 September 2026. 

Importasi PT ILW asal India yang diberitahukan sebagai salt-chemical used for leather tanning purposes (low grade) sebanyak 420.000 kilogram dalam 15 kontainer langsung diawasi pembongkarannya oleh Direktorat Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai bersama Kanwil Bea Cukai Jawa Barat dan Bea Cukai Bogor. Pemeriksaan fisik mendapati muatan berupa 194.900 kilogram beras dan 225.400 kilogram terduga garam dengan estimasi nilai Rp8,006 miliar yang kini masih diteliti lebih mendalam.

Pada lini penindakan pakaian bekas, Kanwil Bea Cukai Sumatera Utara menindak kapal tanpa nama (Rampago) asal Malaysia di Perairan Gosong Bunga-Bunga, Serdang Bedagai, pada 14 Agustus 2026 berdasarkan aduan masyarakat. Dari lambung kapal tersebut, petugas menyita 430 bale pakaian bekas serta 4 koli suku cadang kendaraan bermotor yang kini dalam proses pendalaman ketentuan pabean.

Operasi pemungkas dilancarkan Direktorat P2 Bea Cukai di Pelabuhan Tanjung Priok pada 17 September 2026 lewat pelacakan muatan rute Pontianak-Tanjung Priok. 

Dari target awal delapan kontainer, petugas menemukan satu kontainer tambahan pada kapal yang sama, sehingga total sembilan kontainer diperiksa dan kedapatan mengangkut barang tekstil dan produk tekstil (TPT) berbagai jenama sebanyak sekitar 1.005 bale senilai Rp8,040 miliar yang kini terus dirampungkan proses pencacahannya.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement