JAKARTA – PLN Indonesia Power mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang terintegrasi dengan Battery Energy Storage System (BESS) serta memperkuat layanan Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) untuk mendukung transisi energi dan meningkatkan keandalan aset pembangkit.
Salah satu pengembangan dilakukan melalui kolaborasi PLN Indonesia Power dan PT ACE Energy Service (ACEES) dalam proyek dedieselisasi di 10 lokasi terisolasi di Sulawesi Tengah. Proyek tersebut memiliki potensi kapasitas PLTS sebesar 60 MWp dan BESS 200 MWh dengan estimasi investasi Rp3,3 triliun.
Proyek ini juga diarahkan untuk meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) melalui penggunaan panel surya produksi dalam negeri. Selain itu, penggunaan PLTS dan BESS berpotensi menurunkan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) hingga sekitar Rp1.000 per kWh, bergantung pada karakteristik sistem kelistrikan di masing-masing lokasi.
Direktur Pengembangan Bisnis dan Niaga PLN Indonesia Power Julita Indah mengatakan integrasi PLTS dan BESS dapat menjadi solusi bagi wilayah yang selama ini masih bergantung pada pembangkit berbahan bakar diesel.
“Integrasi PLTS dan BESS memberikan dua manfaat sekaligus, yaitu meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan dan menekan ketergantungan terhadap bahan bakar diesel. Dengan sistem penyimpanan energi, pasokan listrik dari PLTS dapat dikelola lebih optimal sehingga keandalan sistem tetap terjaga sekaligus memberikan potensi efisiensi biaya penyediaan listrik,” kata Julita, Selasa (22/9/2026).
Selain pengembangan energi terbarukan, PLN Indonesia Power Group memperkuat layanan MRO untuk meningkatkan keandalan dan memperpanjang usia operasi aset pembangkit.
Anak usaha PLN Indonesia Power, PLN Indonesia Power Services (PLN IP Services), berkolaborasi dengan PT ABB Sakti Industri dalam pemeliharaan dan pengadaan generator, motor, serta Variable Speed Drive (VSD)/inverter. Kerja sama tersebut mencakup pemeliharaan dan perbaikan peralatan, penyediaan produk dan suku cadang, serta life assessment generator dan motor.
PLN IP Services juga bekerja sama dengan PT Barata Indonesia (Persero) dan Technofit Sdn Bhd untuk mengembangkan Pusat MRO Turbin dan Rotating Equipment di Plant PKT Cilegon. Kolaborasi tersebut mencakup pekerjaan MRO, pengembangan produk kelistrikan, peningkatan TKDN, alih teknologi, serta pengembangan kompetensi sumber daya manusia.
Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta mengatakan pengembangan tersebut menunjukkan bahwa transisi energi tidak hanya berkaitan dengan penambahan kapasitas pembangkit energi baru terbarukan, tetapi juga penguatan keandalan aset, industri pendukung, teknologi, dan kompetensi nasional.
“Kami ingin transisi energi memberikan nilai tambah yang lebih luas. Bukan hanya menghadirkan energi yang lebih bersih, tetapi juga menciptakan efisiensi, memperkuat industri dalam negeri, meningkatkan TKDN, dan membangun kapabilitas Indonesia agar semakin kompetitif di tingkat regional,” ujar Bernadus.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.