JAKARTA – Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tambak Lorok di Semarang, Jawa Tengah, memiliki kapasitas terpasang sebesar 1.697 megawatt (MW). Pembangkit yang dikelola PT PLN Indonesia Power tersebut menjadi salah satu penopang sistem kelistrikan di Jawa Tengah untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat dan sektor industri.
Kapasitas pembangkit dan kesiapan operasional menjadi faktor penting dalam menjaga kontinuitas pasokan listrik. Karena itu, pengelolaan PLTGU Tambak Lorok perlu didukung pemeliharaan pembangkit, peningkatan efisiensi, serta koordinasi antarsatuan kerja di lingkungan PT PLN (Persero).
Direktur Utama PT PLN (Persero) Suroso Isnandar meninjau kesiapan operasional PLTGU Tambak Lorok di Semarang, Jawa Tengah. Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi operasional pembangkit dan memastikan kesiapan fasilitas dalam mendukung keandalan sistem kelistrikan.
Dalam kegiatan tersebut, Suroso didampingi Direktur Operasi Pembangkit Gas PLN Indonesia Power Daniel Eliawardhana, Sekretaris Perusahaan PLN Indonesia Power Agung Siswanto, General Manager PLN UID Jawa Tengah Bramantyo Anggun Pambudi, serta General Manager UIP JBT Kishartano Purnomo Putro.
Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta mengatakan, kesiapan operasional, kompetensi sumber daya manusia, dan efisiensi menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan pembangkit.