JAKARTA - Pemerintah mendorong pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan rumah tangga melalui perluasan program jaringan gas bumi rumah tangga (jargas) seiring dengan semakin terkoneksinya infrastruktur gas bumi nasional.
Salah satunya pembangunan jargas di Gresik dan Sidoarjo, Jawa Timur yang masuk bagian dari target pembangunan 1 juta sambungan rumah hingga 2028. Program ini diarahkan untuk memperluas pemanfaatan gas bumi domestik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor.
"Tugas KSP dalam mengawal program prioritas nasional, khususnya dalam mendukung swasembada energi dan mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG," kata Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn.) Dudung Abdurachman seperti dikutip keterangan PGN, Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Pengembangan jargas menjadi salah satu bagian dari upaya tersebut, sejalan dengan Program Kerja Prioritas Nasional dalam Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2027 serta penetapan pembangunan jaringan gas perkotaan sebagai Proyek Strategis Nasional berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025.
Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM Agung Kuswardono mengatakan pembangunan jargas terus dilanjutkan seiring dengan semakin terkoneksinya infrastruktur gas bumi nasional. Konektivitas jaringan transmisi, salah satunya Pipa Cirebon-Semarang, menjadi salah satu fondasi untuk memperluas pemanfaatan gas bumi domestik, termasuk untuk kebutuhan rumah tangga.
“Pengembangan jargas juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah meningkatkan pemanfaatan gas bumi domestik sekaligus mengurangi subsidi terhadap APBN. Semakin banyak masyarakat yang terhubung dengan jaringan gas bumi, maka semakin luas pemanfaatan energi domestik yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan," katanya.
Dia menambahkan, untuk tahun 2025-2026, Pemerintah sedang membangun sekitar 119.379 Sambungan Rumah (SR) jargas yang tersebar di 15 kabupaten/kota. Dari jumlah tersebut, khusus di kabupaten Gresik dan Sidoarjo telah dibangun masing-masing sekitar 7.000 SR.
"Mulai tahun ini pemerintah akan melakukan pembangunan jargas secara masif, hingga tahun 2028 ditargetkan terbangun jargas sebanyak 1 juta SR," kata Agung.

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM telah membangun jargas menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebanyak 4.000 SR di Gresik sejak 2022 dan 29.961 SR di Sidoarjo sejak 2010 dengan penugasan kepada PGN sebagai operator.
Pengalaman PGN dalam melayani pelanggan rumah tangga di Gresik dan Sidoarjo menjadi salah satu modal penting dalam mendukung keberlanjutan pemanfaatan gas bumi di wilayah tersebut.
"PGN menyambut baik perhatian dan dukungan pemerintah terhadap pengembangan jargas di Gresik, Sidoarjo serta wilayah lainnya," kata Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Hery Murahmanta.
Dia menambahkan, sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN terus mendukung pengembangan dan pengelolaan infrastruktur jaringan gas bumi untuk segmen rumah tangga dan pelanggan kecil, khususnya atas jaringan gas yang bersumber dari Pemerintah melalui skema APBN.
"Di mana ke depan PGN siap mendukung atas penugasan pengelolaan sesuai dengan peran, mekanisme, dan ketentuan yang ditetapkan,” ujarnya.
PGN memiliki pengalaman dalam pengoperasian dan pemeliharaan infrastruktur gas bumi, termasuk aspek asset integrity, keselamatan jaringan, pengelolaan pelanggan, serta pelayanan gas bumi kepada masyarakat. Secara nasional, PGN juga telah melayani lebih dari kurang lebih 820 ribu pelanggan rumah tangga.
Sejalan dengan program strategis Pemerintah, PGN juga terus mengembangkan pemanfaatan gas bumi melalui berbagai skema infrastruktur, baik jaringan pipa maupun solusi beyond pipeline, termasuk Compressed Natural Gas (CNG) guna menjangkau wilayah dan kebutuhan yang belum dapat dilayani melalui jaringan pipa.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.