JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina menandatangani 7 dokumen kesepakatan komersial untuk memperkuat pasokan gas bagi pelanggan di berbagai sektor. Salah satunya, menyepakati rencana pasokan liquefied natural gas (LNG) dari Proyek Abadi LNG, Blok Masela, sebanyak 775 TBTU selama 15 tahun sejak proyek mulai beroperasi secara komersial.
Penandatanganan tujuh dokumen kesepakatan komersial ini dalam Forum Ekonomi, Keuangan, dan Komersial Hulu Migas (FOREK Hulu Migas) 2026 di Jakarta, Rabu 28 Oktober 2026.
Kesepakatan ini mencakup kerja sama dengan sejumlah pemasok gas bumi domestik, baik melalui jaringan pipa maupun Liquefied Natural Gas (LNG), termasuk kerja sama pemanfaatan pasokan LNG dari Proyek Abadi LNG, Blok Masela.
“Kesepakatan komersial dengan pemasok hulu migas merupakan bagian penting dari upaya PGN dalam memperkuat keberlanjutan pasokan gas bumi. Melalui kerja sama ini, PGN terus mengoptimalkan pengelolaan portofolio pasokan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pelanggan secara berkelanjutan,” ujar Direktur Utama PGN Arief K Risdianto dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Arief menambahkan bahwa penguatan portofolio melalui kombinasi pasokan gas pipa dan LNG menjadi salah satu strategi PGN dalam mengantisipasi dinamika ketersediaan pasokan sekaligus mendukung kebutuhan gas bumi di berbagai sektor pada masa mendatang, termasuk industri, komersial dan kelistrikan.
“Diversifikasi sumber pasokan, baik melalui gas pipa maupun LNG, diharapkan dapat meningkatkan fleksibilitas pengelolaan portofolio gas bumi PGN. Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan untuk menjaga keandalan layanan serta mendukung kebutuhan energi pelanggan,” lanjut Arief.
Arief menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), SKK Migas, dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), serta apresiasi kepada seluruh mitra hulu migas atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan. Pasokan gas ini akan dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan para pelanggan, sekaligus memperkuat sinergi Pertamina Group.
Tujuh dokumen kesepakatan tersebut terdiri atas tiga Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG), amandemen PJBG, serta tiga LNG Sales and Purchase Agreement (SPA). Kesepakatan ini merupakan bagian dari langkah strategis PGN dalam memperkuat diversifikasi sumber pasokan sekaligus menjaga kesinambungan portofolio gas bumi untuk kebutuhan jangka menengah dan panjang.
Adapun tiga PJBG ditandatangani dengan EMP Bentu, Medco Sakakemang B.V., dan PEP Sengeti. Sementara itu, amandemen PJBG dilakukan dengan Medco South Sumatera (Medco SS) sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan kerja sama pasokan gas bumi yang telah berjalan.
PJBG dengan EMP Bentu sebesar hingga sekitar 4 BBTUD, Medco Sakakemang B.V. mencakup volume hingga sekitar 38 BBTUD mulai tahun 2027, dan PEP Sengeti mencakup volume pasokan hingga sekitar 5,7 MMSCFD mulai tahun 2028.