Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

60,6 Juta Ton Potensi Biomassa Dibidik untuk Kembangkan Bisnis Bioenergi di RI

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Sabtu, 26 September 2026 |18:02 WIB
60,6 Juta Ton Potensi Biomassa Dibidik untuk Kembangkan Bisnis Bioenergi di RI
60,6 Juta Ton Potensi Biomassa Dibidik untuk Kembangkan Bisnis Bioenergi di RI (Foto: PLN EPI)
A
A
A

JAKARTA - Pengembangan bioenergi didorong sebagai salah satu solusi untuk mendukung transisi energi sekaligus membuka sumber pertumbuhan bisnis baru. Indonesia memiliki sumber daya bioenergi yang besar dari berbagai jenis limbah pertanian, perkebunan, kehutanan, industri, hingga sampah perkotaan.

"PLN EPI sedang mengembangkan bioenergi sebagai jalur strategis untuk mengubah potensi feedstock domestik Indonesia yang melimpah menjadi solusi energi berkelanjutan," kata VP Strategi & Pengembangan Bisnis Biomassa PLN EPI Anita Puspita Sari dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu (26/9/2026).

Dalam pemetaan PLN EPI, terdapat sekitar 60,6 juta ton potensi biomassa yang belum termanfaatkan. Potensi tersebut menjadi salah satu basis pengembangan ekosistem bioenergi ke depan. Pemanfaatan menjadi end product  perlu memperhitungkan aspek teknis, keekonomian, aksesibilitas, serta kesiapan rantai pasok.

Menurut Anita, pengembangan bioenergi tidak berhenti pada pemanfaatan biomassa sebagai bahan bakar pembangkit. Berbagai jenis feedstock dapat diolah menjadi produk energi dan produk bernilai tambah melalui proses dan teknologi yang berbeda.

PLN EPI memetakan sejumlah jalur pengembangan bioenergi, meliputi biomassa, biochar, syngas, biohidrogen, CBG, waste management, biofuel, hingga bioethanol. Biomassa dengan tingkat pengolahan rendah hingga tinggi dapat dimanfaatkan untuk mendukung program co-firing PLTU, memenuhi kebutuhan industri, maupun menyasar pasar ekspor.

"Pada pengolahan lebih lanjut, biochar dapat dihasilkan antara lain melalui proses torrefaction dan pyrolysis. Sementara syngas dikembangkan melalui gasifikasi biomassa dan berpotensi mendukung program dedieselisasi pada pembangkit berbahan bakar minyak," lanjutnya.

PLN EPI juga melihat peluang pengembangan biohidrogen untuk memenuhi kebutuhan industri, termasuk industri pupuk, serta membuka peluang sebagai bahan bakar berkelanjutan untuk pasar ekspor. Sementara CBG dipetakan sebagai salah satu alternatif untuk cofiring  dengan natural gas pada pembangkit gas. Pengembangan biofuel dan bioethanol juga membuka ruang kolaborasi dengan perusahaan lain.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement