Kinerja positif tersebut disusul oleh komoditas besi dan baja (HS 72) yang tumbuh 20,38 persen YoY dengan andil 1,79 persen, serta aluminium dan barang daripadanya (HS 76) yang mengalami lonjakan signifikan hingga 206,78 persen YoY dengan andil sebesar 1,59 persen.
Secara akumulatif sepanjang periode Januari hingga Agustus 2026, total nilai ekspor Indonesia telah mencapai USD193,64 miliar atau tumbuh 4,74 persen secara tahunan.
Sektor industri pengolahan menjadi penopang utama pertumbuhan ekspor nasional selama delapan bulan pertama 2026 dengan memberikan andil peningkatan sebesar 6,30 persen.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.