Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Usai Streamlining, Danantara Optimalkan Aset BUMN pada 2027

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Selasa, 06 Oktober 2026 |10:06 WIB
Usai Streamlining, Danantara Optimalkan Aset BUMN pada 2027
Pemerintah akan membuka ruang kerja sama yang lebih luas antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan sektor swasta untuk meningkatkan produktivitas. (Foto: Okezone.com/Freepik)
A
A
A

JAKARTA – Pemerintah akan membuka ruang kerja sama yang lebih luas antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan sektor swasta untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi BUMN.

Langkah tersebut menjadi bagian dari tahap lanjutan program streamlining BUMN yang saat ini masih berjalan. Pemerintah juga akan mulai mendorong optimalisasi aset BUMN pada 2027.

"Next step-nya, bagaimana kita mengoptimalkan aset-aset BUMN, kemudian juga meningkatkan produktivitas dan efisiensi, termasuk membuka kerja sama yang lebih luas dengan private sector dan dunia usaha," ujar Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani, di Istana Negara, Senin (5/10/2026).

Menurut Rosan, pemerintah tidak menutup peluang bagi swasta untuk terlibat dalam pengelolaan aset atau usaha BUMN sepanjang kegiatan tersebut bukan merupakan sektor strategis dan dapat dijalankan lebih baik oleh dunia usaha.

"Kalau memang yang sudah bagus, sudah bisa dikerjakan oleh private sector, ya silakan, kita dukung," katanya.

Rosan menjelaskan, optimalisasi aset menjadi penting karena nilai aset yang dimiliki BUMN sangat besar. Namun, besarnya aset tersebut belum sepenuhnya tercermin dalam kemampuan menghasilkan arus kas maupun pendapatan.

"Aset-aset BUMN juga sangat banyak. In terms of aset, kita besar, tapi in terms of cash flow-nya, pendapatannya mungkin berbanding asetnya masih sangat kecil," ujar Rosan.

Karena itu, pemerintah akan melakukan analisis terhadap berbagai aset BUMN untuk menentukan strategi optimalisasi yang tepat. Evaluasi tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari jalan tol, bandara, pelabuhan, hingga sektor minyak dan gas.

"Kita akan analisa semua, apakah itu di jalan tol, di airport, oil and gas, bandara, pelabuhan, nanti kita analisa semua," tuturnya.

Rosan menegaskan, optimalisasi aset akan dilakukan dengan perencanaan yang baik, terukur, dan terstruktur. Selain meningkatkan kinerja BUMN, langkah tersebut diharapkan dapat memberikan imbal hasil atau yield yang lebih baik.

Langkah itu sekaligus menjadi kelanjutan dari program streamlining BUMN yang telah dilakukan pemerintah untuk menyederhanakan jumlah dan struktur perusahaan pelat merah.

Menurut Rosan, proses streamlining tidak hanya dilakukan melalui pengurangan jumlah entitas, tetapi juga melalui penggabungan perusahaan-perusahaan yang memiliki bidang usaha sejenis.

Sebagai contoh, Danantara telah menggabungkan enam perusahaan asset management yang sebelumnya dimiliki oleh masing-masing perbankan BUMN menjadi satu entitas.

Selain itu, Danantara juga melakukan konsolidasi pada sejumlah sektor yang selama ini dikelola secara terpisah. Salah satunya adalah sektor perhotelan, dengan sekitar 137 hotel BUMN yang sebelumnya dikelola melalui perusahaan-perusahaan berbeda.

"Jadi, dulu di BUMN kan setiap BUMN rata-rata punya hotel, dia bikin satu company. Nah, sekarang kita gabungkan. Yang tadi kita punya 137 hotel supaya menjadi lebih efisien," kata Rosan.

Konsolidasi serupa juga dilakukan terhadap sektor rumah sakit. Danantara mencatat terdapat hampir 75 rumah sakit BUMN yang juga tengah diarahkan untuk dikonsolidasikan.

Iqbal Dwi Purnama

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement