Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

APBN 2027 Disahkan dengan Belanja Negara Rp4.100 Triliun, Ini Persiapan Suahasil

Anggie Ariesta , Jurnalis-Minggu, 11 Oktober 2026 |10:20 WIB
APBN 2027 Disahkan dengan Belanja Negara Rp4.100 Triliun, Ini Persiapan Suahasil
APBN 2027 Disahkan dengan Belanja Negara Rp4.100 Triliun, Ini Persiapan Suahasil (Foto: Kemenkeu)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Keuangan Suahasil Nazara langsung bergerak cepat usai Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) Tahun Anggaran 2027 telah disahkan menjadi Undang-Undang dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) pada Selasa 29 September 2026.

Kini Kementerian Keuangan mempersiapkan seluruh dokumen serta teknis administrasinya. Dalam APBN 2027 pendapatan negara diperkirakan mencapai Rp3.435,1 triliun, belanja negara diperkirakan sebesar Rp4.106,3 triliun, sedangkan pembiayaan sebesar Rp671,2 triliun dilakukan secara inovatif dan terukur.

Suahasil menjelaskan bahwa saat ini masih berada di bulan Oktober, Kemenkeu telah memulai langkah awal guna memastikan pelaksanaan anggaran tahun anggaran 2027 berjalan mulus.

"Kami di Kementerian Keuangan saat ini mempersiapkan pelaksanaan RAPBN 2027, meskipun ini baru bulan Oktober, kami sedang mempersiapkan itu,” ujar Suahasil dalam konferensi pers APBN Kita di Jakarta, Jumat (9/10/2026).

Suahasil menyampaikan apresiasinya atas dukungan DPR RI dalam pengesahan RAPBN tersebut. Kemenkeu selanjutnya akan merinci alokasi anggaran Kementerian/Lembaga (K/L) serta menyusun Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2027.

"Kami mengucapkan terima kasih untuk Dewan Perwakilan Rakyat yang telah memberikan persetujuan ini, kami akan melanjutkan dengan rincian anggaran KL, rincian DIPA 2027, dan seluruh kesiapan administrasi," jelasnya.

Suahasil juga mengingatkan bahwa postur defisit APBN 2027 diproyeksikan berada di kisaran 2,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). “Teman-teman media telah memahami defisit 2027, kita perkirakan di 2,4 persen dari PDB kita,” kata Suahasil.

 

Dengan demikian, Suahasil kembali mengutarakan tiga pilar utama pengelolaan fiskal yang terus diusung pemerintah, yaitu APBN yang menumbuhkan, melindungi, dan kredibel. Pilar ini menjadi penopang utama di tengah kondisi perekonomian global yang penuh dengan tantangan.

“Terakhir, saya tutup dengan yang selalu saya sampaikan apa itu kita mengelola APBN. APBN kita kelola supaya bisa terus menumbuhkan, APBN melindungi dan APBN kredibel. Kalau kita lihat dari bagian depan, ekonomi dunia sedang tidak baik-baik saja. Tapi ekonomi Indonesia kita jaga baik. Pertumbuhan kita jaga di 5,45 (persen). Inflasi kita jaga,” jelasnya.

Suahasil menegaskan bahwa ukuran keberhasilan pengelolaan APBN yang kredibel akan tercermin langsung pada perbaikan berbagai indikator pembangunan nasional.

"Dan seluruh gerak di ekonomi kita pastikan APBN kita jaga kredibel dan salah satu bentuk kredibilitas itu nanti muncul dia di dalam indikator-indikator pembangunan kita," kata Suahasil.

"Kita akan terus menjaga APBN dengan baik dan moga-moga menjadi APBN yang betul-betul dapat menumbuhkan ekonomi, melindungi masyarakat dan menjaga kredibilitas dari perekonomian kita," pungkas Suahasil.
 

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement