Dari sisi infrastruktur, rencana induk (master plan) yang diminta Danantara juga akan mencakup optimalisasi jumlah rangkaian kereta, peningkatan kapasitas stasiun dan peron, penguatan sistem komunikasi, serta identifikasi titik dengan kepadatan lalu lintas kereta tertinggi.
Dony menekankan pentingnya pembenahan seluruh komponen tersebut secara terintegrasi agar pengembangan kapasitas tidak hanya berfokus pada penambahan jumlah kereta.
“Jadi semua, semua pilarnya itu dirapihin, stasiunnya, bangun master plannya, termasuk jumlah keretanya, stasiunnya, alat komunikasinya, titik traffic yang tertingginya, berapa kapasitas stasiun di situ,” ujar Dony.
Melalui penyusunan rencana induk tersebut, BP BUMN dan Danantara mendorong KAI memiliki arah pengembangan perkeretaapian yang terukur untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat. Perencanaan jangka panjang ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas angkut sekaligus menjaga keandalan, efisiensi, dan kenyamanan layanan KRL Jabodetabek di tengah pertumbuhan jumlah penumpang.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.