Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penumpang KRL Diproyeksi Tembus 600 Juta pada 2036, Danantara Minta KAI Siapkan Masterplan

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Kamis, 15 Oktober 2026 |21:35 WIB
Penumpang KRL Diproyeksi Tembus 600 Juta pada 2036, Danantara Minta KAI Siapkan Masterplan
Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara meminta PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyiapkan rencana pengembangan sarana dan prasarana. (Foto: Okezone.com/KAI)
A
A
A

JAKARTA – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara meminta PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyiapkan rencana pengembangan sarana dan prasarana untuk mengantisipasi proyeksi lonjakan penumpang hingga 600 juta orang per tahun pada 2036.

Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa pengembangan tersebut mencakup pemetaan kebutuhan sarana dan prasarana, peningkatan kapasitas jaringan, serta pembenahan pengalaman pelanggan. Perencanaan ini diperlukan agar kapasitas layanan dapat mengimbangi pertumbuhan pengguna transportasi publik dalam jangka panjang.

“Saya minta nanti dibikinin roadmap, master plan mengenai transformasi publik kereta api ini,” ujar Dony, dikutip dari akun Instagram resmi BP BUMN, Kamis (15/10/2026).

Berdasarkan proyeksi KAI, jumlah penumpang KRL Jabodetabek pada 2026 diperkirakan mencapai 375 juta orang, melampaui target awal sebanyak 369 juta penumpang. Hingga September 2026, jumlah penumpang tercatat mencapai 271 juta orang.

Proyeksi peningkatan jumlah penumpang hingga 600 juta orang per tahun pada 2036 menunjukkan perlunya penambahan kapasitas layanan secara bertahap. Selain meningkatkan daya angkut, KAI perlu memastikan kesiapan infrastruktur dan sistem operasional agar pertumbuhan jumlah pengguna tidak memperparah kepadatan di stasiun maupun jaringan kereta.

Salah satu langkah yang disiapkan KAI adalah meningkatkan kapasitas perjalanan dengan memperpendek jarak antarperjalanan dan menggunakan rangkaian berkapasitas lebih besar. Pada lintas Green Line menuju Serpong dan Rangkasbitung, jarak antarperjalanan ditargetkan kurang dari 10 menit melalui penggunaan rangkaian SF-12.

Sementara itu, peningkatan kapasitas melalui penggunaan rangkaian SF-12 pada lintas Cikarang dan Bogor ditargetkan siap pada 2028–2029.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement