Dengan demikian, total nilai investasi untuk dua proyek hunian ASN tersebut mencapai Rp5,448 triliun.
Di luar sektor perumahan, lima pelaku usaha menyiapkan investasi untuk mengisi kebutuhan pangan dan fasilitas penunjang aktivitas ekonomi di IKN. Salah satunya PT Indonesia Belt Road High Tech Development Park yang akan mengembangkan Grand Vista Nusantara di KIPP 1B.
Proyek tersebut meliputi kawasan komersial, apartemen, dan perkantoran di atas lahan seluas 3,57 hektare. Nilai investasinya diperkirakan mencapai Rp1 triliun, atau menjadi yang terbesar di antara lima investasi swasta yang diumumkan pada 14 Oktober.
Sementara itu, PT Berdikari (Persero) merencanakan pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi di WP 3 dengan nilai investasi sekitar Rp177 miliar. Proyek di atas lahan 17,27 hektare itu mencakup fasilitas peternakan indukan dan penetasan dengan kapasitas sekitar 140 ribu ekor ayam.
Investasi lainnya berasal dari PT FYP Karya Perdana yang akan membangun Teras Padu, fasilitas olahraga dan komersial di KIPP 1A, dengan nilai investasi Rp20 miliar. PT Laziz Nusantara Grup juga menyiapkan pembangunan restoran Arab, gerai gelato, dan gedung serbaguna dengan investasi sekitar Rp10 miliar.
Adapun PT Java Teak Indo akan mengembangkan showroom mebel khas Jepara dan kantor di KIPP 1A. Proyek di atas lahan seluas 0,2 hektare tersebut memiliki estimasi investasi Rp1,5 miliar.
Bupati Jepara Witiarso Utomo menyambut keterlibatan pelaku usaha mebel dari daerahnya dalam pengembangan Nusantara. Menurut dia, kesempatan tersebut membuka ruang bagi usaha daerah untuk berpartisipasi dalam pembangunan ibu kota baru.
"Kami dari Pemerintah Kabupaten Jepara berterima kasih sekali kepada Kepala Otorita IKN, yang sudah memberikan kesempatan UMKM kami di Jepara untuk ikut berinvestasi di IKN," kata Witiarso.
Direktur PT Indonesia Belt Road High Tech Development Park Yang Jinghui berharap pembangunan IKN dapat berlangsung lebih cepat sehingga mendorong minat investor asing untuk menanamkan modal di kawasan tersebut.
"Kami harap pembangunan IKN berjalan semakin cepat, pesat, dan tepat waktu sehingga investor lain dari China akan semakin tertarik datang ke sini," ujarnya.
Otorita IKN berharap masuknya investasi di sektor perumahan, pangan, properti, kuliner, dan fasilitas komersial dapat mempercepat terbentuknya ekosistem perkotaan yang mendukung aktivitas pemerintahan dan ekonomi di Nusantara.
Meski demikian, nilai investasi yang diumumkan tersebut merupakan estimasi atau nilai proyek dalam kerja sama yang ditandatangani. Realisasi investasi akan bergantung pada pelaksanaan pembangunan masing-masing proyek.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.