JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup anjlok 11,57 persen ke level 5.185 pada perdagangan hari ini Jumat (16/10/2026).
Pelemahan ini dipicu pengumuman MSCI yang membuka konsultasi terkait potensi penurunan klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Penurunan tersebut mendekati rekor pelemahan harian pada 8 Januari 1998 yang mencapai 11,95%. Tekanan jual melanda mayoritas saham di bursa.
Sebanyak 812 saham melemah, hanya 11 saham menguat, sedangkan 140 saham stagnan.
IHSG merosot 678,67 poin ke posisi 5.185,11, sementara indeks LQ45 justru tercatat naik 81,53 poin atau 13,82% ke level 508,56.
Akibat tekanan jual yang masif, perdagangan di bursa domestik sempat terkena trading halt pada sesi pembukaan setelah indeks terkoreksi di atas 8 %.
Data perdagangan menunjukkan frekuensi transaksi mencapai 2,11 juta kali dengan volume 66,78 miliar lembar saham senilai Rp31,73 triliun.
Saham-saham yang mengalami pelemahan terdalam (top losers) di antaranya APIC, BBKP, BELI, BFIN, dan BHIT.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.