Mengenai kemungkinan adanya batasan khusus terkait porsi kepemilikan saham HSC atau saham konglomerasi berkapitalisasi pasar jumbo (big cap) dalam portofolio reksa dana, Iding menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada regulasi tertulis yang mengatur hal tersebut.
Namun, secara sistematis saham HSC otomatis tereksklusi dari acuan produk berbasis indeks.
“Sejauh ini belum ada. Tapi secara otomatis reksa dana yang tracking indeks utama BEI, tidak akan memasukkan saham HSC,” ungkap Iding.
Sementara itu, mengenai perkiraan jumlah kebutuhan arus dana masuk (inflow) untuk menopang pemulihan IHSG ke level sebelum pengumuman MSCI serta perhitungan kapasitas investasi institusi domestik yang dapat dimobilisasi, BEI masih melakukan kalkulasi internal.
“Terkait ini, nanti kami cek dulu ke tim apakah sudah ada hitungan perkiraannya,” pungkas Iding.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.