JAKARTA - Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) menempatkan DKI Jakarta sebagai provinsi dengan Indeks Literasi Keuangan (ILK) tertinggi atau paling melek keuangan dengan angka 84,01 persen. Sedangkan indeks inklusi keuangan mencapai 99,74 persen.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyampaikan bahwa perluasan akses keuangan perlu diiringi dengan pendampingan berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat, khususnya pedagang pasar dan pelaku usaha.
“Program digitalisasi pasar inklusif tidak berhenti sampai di sini, tetapi harus terus dilanjutkan. Kita perlu memastikan layanan keuangan benar-benar berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh para pedagang secara berkelanjutan," katanya di Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, regulator, dan industri jasa keuangan menjadi kunci dalam mendorong transformasi pasar rakyat serta meningkatkan daya saing usaha
"Pendampingan dan pemberdayaan pedagang juga harus terus dilakukan agar akses keuangan dapat membantu mereka mengelola usaha dengan lebih baik, memperluas peluang pembiayaan, dan meningkatkan daya saing,” ujar Rano.
Saat ini, Bank Jakarta memperluas literasi dan inklusi keuangan sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi Jakarta yang inklusif dan berkelanjutan.
Direktur Utama Bank Jakarta sekaligus Ketua FKIJK DKI Jakarta, Agus H Widodo menyampaikan bahwa penghargaan Anugerah Digitalisasi Pasar Inklusif 4.0 sebagai PUJK Literasi Keuangan Teraktif 1 menjadi motivasi bagi Bank Jakarta untuk terus memperkuat peran dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan. Menurutnya, kemajuan industri jasa keuangan tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis, besarnya transaksi, maupun perkembangan teknologi, tetapi juga dari manfaat nyata yang dapat dirasakan masyarakat.
"Kami meyakini bahwa literasi keuangan yang baik akan mendorong masyarakat mengambil keputusan finansial secara lebih bijak, sedangkan inklusi keuangan yang berkualitas dapat membuka peluang ekonomi yang lebih luas,” ujar Agus.
Agus menambahkan bahwa Bank Jakarta akan terus memperkuat kolaborasi dengan regulator, pemerintah daerah, dan pelaku industri jasa keuangan untuk menghadirkan program literasi dan inklusi keuangan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, termasuk pedagang pasar dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Akan terus memperluas jangkauan edukasi keuangan, mengembangkan layanan digital yang mudah diakses, serta memperkuat pelindungan konsumen dan pemberdayaan UMKM. Kami berharap upaya ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung Jakarta menuju kota global dengan perekonomian yang inklusif dan berkelanjutan,” tutup Agus.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.