Dody menegaskan, kualitas konstruksi tetap menjadi prioritas agar infrastruktur dapat berfungsi secara optimal dalam jangka panjang. Menurut dia, pembangunan di kawasan pesisir tidak dapat dipaksakan karena membutuhkan pemadatan tanah secara sempurna sebelum pekerjaan timbunan dilanjutkan.
"Memang tidak bisa dipercepat juga, karena ada beberapa tahapan yang harus menunggu, misalnya pemampatan lahan itu harus benar-benar mampat, baru boleh ditumpuk lagi supaya benar-benar padat sempurna," ujarnya.
Selain mendukung konektivitas, proyek Tol Semarang–Demak juga dirancang untuk membantu mengurangi dampak banjir rob di kawasan pesisir Jawa Tengah. Kementerian PU menyebut pembangunan tanggul di kawasan Sayung telah memberikan dampak positif terhadap penanganan banjir di wilayah tersebut.
Pekerjaan selanjutnya akan dilanjutkan ke kawasan Demak melalui koordinasi dengan Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa.
Kementerian PU menargetkan Tol Semarang–Demak rampung pada akhir 2027. Pemerintah juga mengupayakan agar jalan tol tersebut dapat difungsionalkan saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2027, dengan tetap mempertimbangkan kesiapan konstruksi dan aspek keselamatan.
"Targetnya sih akhir 2027 selesai, mudah-mudahan bisa lebih cepat. Kita upayakan. Paling tidak nanti di Nataru 2027 bisa difungsionalkan," tutur Dody.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.