Advertisement
Advertisement

IHSG Anjlok 1,04 Persen ke Level 5.382 pada Sesi I Perdagangan

Feby Novalius , Jurnalis-Senin, 26 Oktober 2026 |12:21 WIB
IHSG Anjlok 1,04 Persen ke Level 5.382 pada Sesi I Perdagangan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada sesi I perdagangan Senin (26/10/2026). (Foto: Okezone.com/Aldhi Chandra Setiawan)
A
A
A

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada sesi I perdagangan Senin (26/10/2026). IHSG melemah 1,04 persen atau 57 poin ke level 5.382.

Sejumlah indeks saham lainnya juga bergerak melemah. Indeks LQ45 turun 1,01 persen ke level 541,527, sedangkan IDXLQ45LCL melemah 0,97 persen ke level 76,834. IDX30 terkoreksi 1,02 persen ke level 303,102, sementara IDX80 turun 0,77 persen ke level 80,233.

Di tengah pelemahan tersebut, IHSG diproyeksikan bergerak bervariasi (mixed) dengan peluang menguji rentang resistansi 5.500–5.540 pada perdagangan pekan ini, 26–30 Oktober 2026. Pergerakan indeks diperkirakan ditopang oleh rilis laporan keuangan emiten berkapitalisasi besar (big caps) serta solidnya arus transaksi investor domestik.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) David Kurniawan menjelaskan bahwa pelaku pasar global cenderung bersikap menunggu dan mencermati (wait and see) arah kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed, serta perkembangan negosiasi geopolitik yang berdampak pada stabilitas harga energi dunia.

"Sementara itu, dari dalam negeri, perhatian utama tertuju pada rilis laporan keuangan kuartal III 2026 dari emiten-emiten big caps yang diharapkan dapat menopang kredibilitas pasar," ujar David dalam keterangan resminya, Senin (26/10/2026).

David menambahkan, komitmen regulator dalam memperkuat tata kelola bursa dan transparansi kelayakan investasi (investability) memegang peranan penting dalam menjaga kepercayaan investor asing, khususnya menjelang pengumuman indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI).

"Selain itu, dinamika nilai tukar rupiah dan respons kebijakan Bank Indonesia tetap dipantau ketat guna meredam dampak volatilitas eksternal. Secara teknikal, IHSG diproyeksikan bergerak mixed dengan peluang menguji kisaran resistansi 5.500–5.540 selama ditopang arus transaksi domestik yang solid," katanya.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement