Advertisement
Advertisement

Mengapa di Indonesia Banyak Tukang Parkir Liar?

Niken Wulandari , Jurnalis-Senin, 26 Oktober 2026 |13:03 WIB
Mengapa di Indonesia Banyak Tukang Parkir Liar?
Mengapa di Indonesia banyak tukang parkir liar? (Foto: Okezone.com/Freepik)
A
A
A

Pertumbuhan jumlah kendaraan yang tidak diimbangi penambahan kapasitas parkir turut memperbesar persoalan. Ketika kebutuhan parkir tidak terpenuhi, sebagian pengendara akhirnya memanfaatkan ruang di tepi jalan atau lokasi lain yang tidak diperuntukkan sebagai tempat parkir.

2. Sulitnya Akses terhadap Pekerjaan Formal

Faktor ekonomi juga dapat mendorong sebagian orang menekuni pekerjaan sebagai tukang parkir liar. Terbatasnya kesempatan kerja formal dan kebutuhan memperoleh penghasilan membuat pekerjaan tersebut menjadi salah satu pilihan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sejumlah kajian mengenai sektor informal perkotaan menunjukkan bahwa keterbatasan akses terhadap pekerjaan formal dapat mendorong masyarakat mencari nafkah di sektor informal. Dalam konteks parkir liar, sebagian pelaku memanfaatkan tingginya kebutuhan parkir di kawasan perdagangan dan pusat aktivitas masyarakat.

Meski demikian, faktor ekonomi tidak menghapus persoalan legalitas. Praktik parkir tanpa izin tetap dapat merugikan pengguna jalan, mengganggu ketertiban, dan mengurangi fungsi fasilitas umum.

Penertiban yang hanya berfokus pada penindakan juga berpotensi tidak menyelesaikan persoalan secara menyeluruh jika tidak disertai upaya lain. Program pembinaan atau kemitraan yang memberikan kesempatan kepada sebagian pelaku untuk bekerja secara legal dapat menjadi salah satu alternatif. Namun, efektivitasnya bergantung pada ketersediaan kuota, persyaratan, dan jangkauan program tersebut.

3. Pendapatan, Kebiasaan Pengguna, dan Dugaan Perlindungan Oknum

Praktik parkir liar juga dapat bertahan karena adanya insentif ekonomi dan kebiasaan pengguna kendaraan. Di kawasan dengan aktivitas tinggi, jasa parkir informal berpotensi menghasilkan pendapatan bagi pelakunya, terutama ketika kendaraan keluar-masuk dalam jumlah besar.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement