Advertisement
Advertisement

BNI Catat Laba Bersih Rp16,1 Triliun di Kuartal III-2026, Naik 6,6%

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Selasa, 27 Oktober 2026 |17:00 WIB
BNI Catat Laba Bersih Rp16,1 Triliun di Kuartal III-2026, Naik 6,6%
BNI (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) atau BNI  membukukan laba bersih Rp16,1 triliun pada kuartal III-2026. Laba bersih ini naik 6,6% secara year on year (yoy).

Sementara, BNI membukukan laba operasional sebelum pencadangan atau pre-provision operating profit (PPOP) sebesar Rp27,5 triliun, tumbuh 11,6% secara tahunan (yoy). Capaian tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah BNI untuk periode kuartal III.

Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan, capaian tersebut mencerminkan konsistensi perseroan dalam menjaga pertumbuhan bisnis yang berkualitas melalui penguatan fundamental dan pengelolaan risiko.

"Di tengah dinamika pasar yang menantang, BNI tetap menjaga momentum pertumbuhan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan disiplin dalam pengelolaan risiko," katanya dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Kinerja tersebut didukung pertumbuhan kredit sebesar 22,2% YoY menjadi Rp992,5 triliun dengan distribusi yang merata di semua segmen.

Dana murah atau current account savings account (CASA) juga tumbuh 19,6% yoy menjadi Rp733,7 triliun, sementara rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross membaik menjadi 1,9%.

Di tengah dinamika ekonomi global, Bank Indonesia (BI) terus memperkuat kebijakan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Dalam Rapat Dewan Gubernur pada 20-21 Oktober 2026, BI mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75% serta memutuskan penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) secara bertahap mulai November 2026. 

Kebijakan tersebut diharapkan dapat memperkuat likuiditas perbankan dan mendukung penyaluran kredit ke sektor produktif.

"Fokus kami adalah memperkuat fundamental dan produktivitas untuk menciptakan pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan," ujar Putrama.

Sementara, pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) BNI tumbuh 13,6% YoY menjadi Rp33,2 triliun, sedangkan fee-based income meningkat 8,3% YoY menjadi Rp13,9 triliun. 

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement