Adapun di Lampung, perusahaan menambah 20 mobil tangki dengan kapasitas total 320 KL serta mengalihkan pasokan sebesar 120 KL dari IT Palembang.
Secara nasional, Pertamina Patra Niaga memprioritaskan pengiriman ke SPBU yang membutuhkan penanganan, mengalihkan pasokan dari terminal penyangga jika diperlukan, serta menyesuaikan jadwal mobil tangki dengan kebutuhan dan kondisi wilayah. Pemantauan dilakukan hingga BBM diterima dan dibongkar di SPBU untuk memastikan kelancaran distribusi.
“Setiap wilayah memiliki tantangan distribusi yang berbeda, mulai dari peningkatan permintaan, jarak tempuh dan medan yang sulit, hingga kendala akses kapal ke terminal tertentu. Karena itu, langkah penanganan disesuaikan dengan kondisi lapangan, antara lain melalui pengalihan pasokan, percepatan pengiriman, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat terkait,” lanjut Kitty.
Selain memperkuat pasokan, Pertamina Patra Niaga mengoptimalkan pengawasan distribusi dan pengaturan antrean di SPBU. Perusahaan juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk mendukung kelancaran distribusi serta memastikan penyaluran BBM berjalan sesuai ketentuan.
Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Perusahaan akan terus memantau pasokan dan kondisi SPBU serta menyesuaikan langkah operasional berdasarkan kebutuhan di lapangan.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.