Advertisement
Advertisement

Pabrik BYD Digeruduk Ormas, Menperin Buka Suara soal Tenaga Kerja Lokal

Rohman Wibowo , Jurnalis-Jum'at, 30 Oktober 2026 |19:57 WIB
Pabrik BYD Digeruduk Ormas, Menperin Buka Suara soal Tenaga Kerja Lokal
Menperin Sarmuji (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Perindustrian Sarmuji merespons soal aksi unjuk rasa yang dilakukan elemen masyarakat dan organisasi kemasyarakatan (ormas) di kawasan pabrik mobil listrik PT BYD Motor Indonesia, Cipeundeuy, Subang, Jawa Barat.

Kata Sarmuji, Kemenperin telah memantau eskalasi ketegangan di area fasilitas manufaktur kendaraan listrik tersebut menyusul adanya gelombang protes dari warga sekitar. Otoritas menegaskan bahwa solusi atas dinamika industrial di lapangan memerlukan kolaborasi bersama berbagai instansi terkait di luar kementerian.

"Kami terima informasinya, tapi tentu saja penyelesaiannya tidak hanya ada di Kementerian Perindustrian. Nanti kita cek, kalau perlu kita menghubungi di luar Kementerian Perindustrian, pasti kita lakukan," ujar Sarmuji saat ditemui selepas acara Rapimnas Kadin, di Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Aksi protes tersebut sebelumnya mencuat saat lebih dari 1.000 orang yang tergabung dalam Forum Masyarakat Subang Bersatu menggelar unjuk rasa di kawasan pabrik mobil listrik BYD, Cipeundeuy, pada Rabu (28/10/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari unggahan akun Instagram @exploresubang, massa menyuarakan sejumlah tuntutan mendesak kepada manajemen pabrik otomotif asal Tiongkok tersebut.

Selain menuntut prioritas perekrutan warga Subang karena keterlibatan tenaga kerja lokal dinilai masih sangat minim, massa aksi juga mendesak perusahaan menggandeng vendor pengolahan limbah yang berizin resmi. 

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement