JAKARTA - PT Astra International Tbk (Astra) meraih laba bersih sebesar Rp24,6 triliun di luar pos nonberulang selama Januari-September 2026.
Kinerja itu ditopang pertumbuhan bisnis otomotif dan jasa keuangan serta perbaikan aktivitas pertambangan pada kuartal III 2026.
"Astra mencatat kinerja yang resilien selama sembilan bulan pertama tahun 2026. Pertumbuhan pada sebagian besar bisnis Astra diimbangi oleh kondisi yang menantang pada bisnis Solusi Pertambangan dan Alat Berat," kata Presiden Direktur Astra Rudy seperti dikutip pada Senin (2/11/2026).
Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, pendapatan bersih konsolidasian Astra tercatat Rp243,9 triliun, relatif stabil dibandingkan Rp243,6 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, laba bersih setelah memperhitungkan pos nonberulang mencapai Rp21,6 triliun, turun 12 secara tahunan, terutama akibat penurunan nilai dan penyesuaian nilai wajar investasi ekuitas.
Laba bersih per saham di luar pos nonberulang meningkat 1 menjadi Rp616. Bisnis otomotif menjadi kontributor laba terbesar dengan laba bersih naik 8 menjadi Rp9,8 triliun. Penjualan mobil nasional meningkat 21 menjadi 679.000 unit, sedangkan penjualan mobil Grup Astra tumbuh 13 dengan pangsa pasar 49.
Di segmen sepeda motor, penjualan nasional naik 4 menjadi sekitar 5 juta unit, sementara penjualan sepeda motor Honda meningkat 3 dengan pangsa pasar 77. Laba divisi komponen otomotif juga naik 15 menjadi Rp1,4 triliun.