"IHSG masih berada dalam tren bearish dengan kecenderungan melemah menuju area 4.980. Jika level tersebut ditembus, indeks berpotensi melanjutkan koreksi ke support berikutnya di kisaran 4.907," jelas Hendra.
Hendra menilai skenario penurunan lebih dalam menuju level 4.000 memang tidak dapat sepenuhnya diabaikan. Namun, penurunan ekstrem tersebut membutuhkan akumulasi sentimen negatif tambahan, seperti keputusan MSCI yang merugikan bobot Indonesia, arus keluar modal asing yang semakin deras, pelemahan nilai tukar rupiah, serta penurunan kepercayaan pasar.
Oleh karena itu, pengumuman MSCI pada 11 November mendatang menjadi salah satu katalis penting yang dapat memengaruhi arah pergerakan bursa. IHSG masih berpeluang berbalik menguat apabila hasil evaluasi MSCI lebih moderat dibandingkan perkiraan pasar dan diikuti upaya regulator untuk membenahi transparansi pasar modal.
Penurunan indeks juga berdampak langsung terhadap nilai kapitalisasi pasar emiten, terutama saham-saham konglomerasi dan sektor yang memiliki porsi kepemilikan publik terbatas.
"Tekanan berpotensi terkonsentrasi pada saham konglomerasi, energi dan pertambangan, infrastruktur, teknologi, serta properti, terutama yang memiliki free float rendah atau menjadi perhatian terkait transparansi kepemilikan dan pembentukan harga," tutur Hendra.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.