Advertisement
Advertisement

Ekonomi RI Diproyeksi Tumbuh 5,2 Persen Sepanjang 2026

Anggie Ariesta , Jurnalis-Selasa, 03 November 2026 |15:35 WIB
Ekonomi RI Diproyeksi Tumbuh 5,2 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi di Indonesia (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Chief Economist & Head OCBC Group Research, Selena Ling memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu mencapai 5,2 persen pada tahun 2026. Konsumsi rumah tangga dan investasi diperkirakan tetap menjadi motor utama penopang pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tantangan ketidakpastian perdagangan serta kondisi keuangan global.

Menurut Selena, Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang kuat yang berasal dari solidnya permintaan domestik. Di samping itu, akselerasi pengembangan sektor industri dan infrastruktur digital turut membuka peluang ekspansi jangka panjang.

“Indonesia tetap memiliki fondasi pertumbuhan yang ditopang konsumsi rumah tangga dan investasi. Kami memproyeksikan pertumbuhan sebesar 5,2 persen pada tahun 2026,” ujar Selena dalam acara media gathering OCBC Outlook di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Sebagai gambaran kinerja, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada kuartal II 2026 mencatatkan pertumbuhan 5,3 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Pada periode tersebut, konsumsi rumah tangga tumbuh 5,1 persen YoY, sedangkan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi melaju 6,9 persen YoY.

Di tataran regional ASEAN, dinamika pertumbuhan juga menunjukkan pergerakan positif. Pada kuartal III 2026, Vietnam mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 9,95 persen YoY, Singapura tumbuh 5,4 persen YoY, dan Malaysia tumbuh 5,3 persen YoY.

Meski demikian, Selena mengimbau investor untuk tetap mencermati sejumlah risiko eksternal, seperti tren inflasi di Amerika Serikat (AS), arah kebijakan suku bunga acuan The Federal Reserve (The Fed), serta ketegangan geopolitik global yang berpotensi memengaruhi arus modal, nilai tukar, dan biaya pendanaan.

Dari sisi ketahanan domestik, industri perbankan nasional tercatat berada dalam kondisi yang sehat. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan berada di level 24,1 persen, sementara rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) bruto terjaga di posisi 2,1 persen per Agustus 2026.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement