JAKARTA - Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi sekaligus Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Hashim Djojohadikusumo membantah narasi pesimistis yang menyebut masa depan Indonesia suram atau "gelap" akibat timbunan utang.
Ia menegaskan bahwa fundamental ekonomi nasional sesungguhnya berada dalam posisi yang sangat solid, didukung oleh rasio utang yang jauh lebih sehat dibanding mayoritas negara dunia, keberhasilan swasembada pangan, hingga kapasitas ekonomi riil yang belum tercatat secara penuh.
Wacana pesimistis yang kerap beredar di ruang publik dan media sosial dinilai sangat bertolak belakang dengan fakta indikator makroekonomi yang diakui lembaga keuangan internasional. Rasio kewajiban utang tanah air tercatat jauh lebih kokoh dibandingkan sejumlah negara maju maupun mitra kawasan.
"Banyak yang persoalkan utang negara, bilang Indonesia gelap karena dibebani utang, ternyata itu bohong. Menurut IMF dan Bank Dunia, utang negara kita termasuk yang paling rendah di dunia, hanya 40 persen sampai 41 persen dari PDB termasuk utang pemerintah dan swasta, ini adalah kekuatan kita," tegas Hashim di hadapan anggota Kadin dalam acara Rapimnas di Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Hashim merinci bahwa beban utang Indonesia yang hanya sekitar 40–41 persen dari PDB jauh lebih rendah dibanding negara-negara tetangga seperti Thailand (54 persen), Vietnam (57 persen), dan Malaysia (61 persen). Rasio tersebut bahkan berada jauh di bawah negara-negara ekonomi utama dunia, seperti Amerika Serikat (120 persen), Jepang (250 persen), serta China (268 persen).
Ketahanan fundamental domestik juga dibuktikan lewat percepatan swasembada komoditas strategis yang melampaui estimasi waktu rencana awal pemerintah. Namun, capaian signifikan tersebut kerap luput dari perhatian para pengamat luar negeri maupun pemodal global.
"Kita semua sudah tahu bahwa Indonesia sudah swasembada pangan tiga tahun lebih cepat dari target, ini pencapaian prestasi yang banyak orang tidak tahu. Banyak orang asing dan relasi saya tidak tahu bahwa sebetulnya fundamental kita kuat," kata Hashim.