Advertisement
Advertisement

Anggaran Stimulus Transportasi Nataru Capai Rp883 Miliar, Simak Jadwal dan Skema Diskonnya

Rohman Wibowo , Jurnalis-Minggu, 08 November 2026 |11:26 WIB
Anggaran Stimulus Transportasi Nataru Capai Rp883 Miliar, Simak Jadwal dan Skema Diskonnya
Wamenko soal Nataru (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah memastikan alokasi anggaran stimulus sektor transportasi pada periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027 melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya untuk menopang mobilitas masyarakat. 

Melalui penguatan subsidi tarif pada moda transportasi darat, laut, hingga udara, kebijakan ini dirancang untuk menjaga keterjangkauan ongkos perjalanan sekaligus menggerakkan perputaran ekonomi di berbagai daerah.

Penebalan anggaran stimulus ini menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga keterjangkauan tarif perjalanan publik di tengah lonjakan permintaan akhir tahun. Otoritas memastikan alokasi dana tahun ini dinaikkan secara drastis untuk memperluas cakupan subsidi tiket di seluruh penjuru tanah air.

"Program ini menjangkau empat moda transportasi sekaligus, yaitu kereta api, kemudian angkutan laut, penyeberangan, dan angkutan udara. Tahun lalu itu anggarannya 387 miliar (Rupiah). Nah, tahun ini itu sama, empat moda, kemudian target penumpangnya, dan target anggarannya adalah 883 miliar. Jadi pemerintah mengalokasikan lebih dari dua kali lipat anggaran untuk stimulus menjelang Nataru. Jadi ini karena bukti manfaatnya sudah sangat banyak," ujar Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo dalam acara peluncuran program stimulus sektor transportasi untuk libur Nataru, Jakarta, Minggu (8/11/2026).

Pemerintah, kata Dradjad, memproyeksikan animo masyarakat yang memanfaatkan moda transportasi umum berdiskon pada akhir tahun ini akan kembali mencetak rekor tertinggi. Akselerasi mobilitas warga tersebut diharapkan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi riil melalui peningkatan belanja konsumsi di kota tujuan.

"Dulu itu 90 juta masyarakat (yang menerima manfaat dari diskon transportasi Nataru), sekarang sudah 110 juta ya, dan mungkin diperkirakan tahun ini 127 juta. Tapi mudah-mudahan bisa ada 130 juta lebih yang melakukan perjalanan selama musim Nataru. Diskon yang akan diberikan oleh pemerintah supaya belanja masyarakat yang kalau akhir tahun biasanya harganya naik, itu bisa harganya lebih terjangkau, jadi masyarakat lebih antusias untuk berbelanja ya. Karena apa? Karena kalau masyarakat berbelanja, ekonomi tumbuh," tutur Dradjad.

 

Di samping menggelontorkan potongan harga tiket, pemerintah mengimbau para pemudik dan wisatawan untuk melakukan pemesanan serta persiapan perjalanan jauh-jauh hari. Kesiapan dini masyarakat dinilai sangat krusial agar pengawasan keselamatan penumpang dapat dikawal secara optimal oleh otoritas perhubungan.

"Tolong masyarakat merencanakan perjalanan dari awal ya, supaya pemerintah dalam hal ini Kemenhub bisa membantu untuk menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat semuanya, ya. Kemudian jangan ragu-ragu berbelanja, karena kalau Anda berbelanja itu akan sangat membantu perekonomian apalagi nanti di daerah dan akan menyebarkan manfaat bagi rakyat banyak," jelas Dradjad.

Secara teknis, stimulus diskon transportasi Nataru kali ini mencakup sejumlah insentif tarif pada empat moda transportasi. Pertama, transportasi udara, yang diberikan fasilitas Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 100 persen ditanggung pemerintah (DTP) untuk tiket penerbangan kelas ekonomi rute domestik. Insentif ini berlaku bagi periode penerbangan 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027, dengan pembelian tiket yang sudah dapat dilakukan sejak 20 Oktober 2026.

Kedua, di moda kereta api. PT Kereta Api Indonesia (Persero) memberikan potongan harga sebesar 30 persen untuk tiket kereta api kelas ekonomi komersial di wilayah Jawa dan Sumatera Utara. Program ini menargetkan lebih dari 1 juta penumpang untuk periode perjalanan 22 Desember 2026 hingga 4 Januari 2027.

Ketiga, moda kapal laut. PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) memberlakukan diskon 30 persen untuk tarif dasar kelas ekonomi di seluruh jaringan rute kapal penumpang, dengan periode keberangkatan mulai 17 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027.

Keempat, moda penyeberangan laut. Dalam hal ini, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menggratiskan tarif jasa pelabuhan bagi penumpang pejalan kaki serta kendaraan Golongan II dan Golongan IVA di 14 pelabuhan penyeberangan terpilih untuk periode 22 Desember 2026 sampai 10 Januari 2027.

Adapun, masyarakat yang hendak memanfaatkan stimulus diskon ini dapat mencermati jadwal pemesanan dan periode perjalanan pada masing-masing operator transportasi.

PT Pelni telah membuka penjualan tiket diskon sejak 18 Oktober 2026 untuk masa keberangkatan kapal mulai 17 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027.

Sementara itu, PT KAI memastikan pemesanan tiket diskon kereta api telah dibuka untuk periode keberangkatan 22 Desember 2026 sampai dengan 4 Januari 2027.

Juga, PT ASDP Indonesia Ferry menginformasikan soal penjualan tiket penyeberangan telah dibuka sejak 7 November 2026 untuk periode perjalanan 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027.

Seturut itu, pihak Garuda Indonesia dan Citilink menekankan bahwa pembelian tiket pesawat telah dibuka sejak 23 Oktober 2026 untuk periode terbang 22 Desember 2026 sampai 10 Januari 2027. Kedua maskapai BUMN ini secara total menyiapkan kapasitas hingga 1 juta kursi penumpang selama musim liburan.
 
Tak ketinggalan, pihak maskapai Pelita Air menetapkan periode pemesanan sejak 21 Oktober 2026 hingga 10 Januari 2027 untuk jadwal penerbangan 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027, dengan tetap menambah kapasitas tempat duduk untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement