Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tjiptardjo: Saya Tidak Bermaksud Samakan Kiai dengan Gayus!

Candra Setya Santoso , Jurnalis-Senin, 19 April 2010 |07:57 WIB
Tjiptardjo: Saya Tidak Bermaksud Samakan Kiai dengan Gayus!
Gayus Tambunan. (Foto: Heru H/okezone)
A
A
A

JAKARTA - Direktur Jenderal Pajak Mochammad Tjiptardjo meminta maaf kepada kiai diseluruh Indonesia, terkait wawancara yang dilakukan salah satu media massa nasional terhadap pernyataannya yang dinilai melukai hati kiai.

"Sehubungan dengan wawancara Direktur Jenderal Pajak dengan wartawan Tempo yang dimuat dalam majalah Tempo edisi 5-11 April 2010 di halaman 123 dengan judul Kiai Saja Imannya Naik Turun, saya Mochammad Tjiptardjo, Direktur Jenderal Pajak menyadari bahwa pemberitaan itu telah melukai hati para Kiai pada khususnya dan umat Islam pada umumnya," ungkap Tjiptardjo, dalam keterangan tertulis, yang dipublikasikan, di Jakarta Senin (19/4/2010). Pengumuman tersebut sesuai dengan Nomor: Peng-02/PJ./2010 tentang permohonan maaf.

Oleh karena itu, jelasnya, sebagai seorang muslim, dirinya dengan segala ketulusan hati memohon maaf kepada seluruh kiai dan umat Islam atas pemberitaan tersebut.

"Saya sama sekali tidak bermaksud mempersamakan para kiai yang saya hormati dengan seoroang Gayus.  Demikian permintaan maaf saya, semoga para Kiai dan umat Islam dapat menerimanya dengan segala kelapangan hati. Semoga Allah SWT memberkati kita semua. Amiin ya Robbal Alamin," pungkasnya.

Sekadar mengingatkan, massa yang menamakan dirinya Forum Santri Indonesia siang ini melakukan unjuk rasa di depan Gedung Direktorat Jenderal Pajak. Mereka meminta Direktur Jenderal Pajak M Tjiptardjo dipecat dan diadili.

Hal tersebut diungkapkan koordinator Forum Santri Indonesia, Ramadhan Pohan dan Boim Idris, saat ditemui wartawan di depan kantor Ditjen Pajak, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (16/4/2010).

Dalam orasinya mereka menuntut tiga hal, yakni pecat dan adili Tjiptardjo sebagai pelaku penghinaan terhadap seluruh kiai dan ulama. Kedua, menuntut Tjiptardjo menyampaikan permintaan secara resmi terkait pernyataan yang mendiskreditkan seluruh kiai dan ulama dalam waktu sesingkat-singkatnya.

Ketiga, mengajak seluruh santri untuk melakukan istighosah akbar di kantor Ditjen Pajak sebagai antisipasi malapetaka, terkait penghinaan terhadap seluruh kiai dan ulama.

Aksi ini merupakan reaksi dari pernyataan Tjiptardjo di sebuah majalah menanggapi kasus Gayus Tambunan,  merupakan pegawai Ditjen Pajak yang tersangkut kasus makelar pajak. Dalam kutipan di majalah tersebut, Tjiptardjo menyamakan Gayus dengan kiai.

"Kiai saja imannya naik turun, pas kepepet dan kebetulan ada peluang korupsi, ya diambil. Lama-lama ketagihan, apalagi ternyata tidak ketahuan," kutip Ramadhan.

Demo yang berlangsung sedari Pukul 08.00 WIB tersebut, sampai sekarang masih berlangsung. Aksi demo ini mendapat perhatian dari sejumlah pegawai pajak, usai salat Jumat.

Akibat aksi unjuk rasa ini, lalu lintas Jalan Gatot Subroto, tepatnya di depan Gedung Ditjen Pajak, mengalami kemacetan. Pasalnya, selain massa, sekira 10 metromini dan puluhan motor yang parkir di tepi jalan cukup mengganggu aktivitas jalan, dan menghalangi pintu masuk gedung utama Ditjen Pajak.

(Candra Setya Santoso)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement