JAKARTA - Liberalisasi sektor perbankan di Indonesia lebih terbuka dibanding negara ASEAN lainnya. Hal tersebut menjadi suatu hal yang menjadi perhatian Bank Indonesia (BI).
"Liberalisasi bank di Indonesia cukup terbuka dari negara ASEAN lain," ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat BI Diffi A Johansyah, dalam paparannya di Forum BI Bareng Media, di Gedung BI, Jakarta, Rabu (21/4/2010).
Dia mengatakan, liberalisasi tersebut harus membawa manfaat bagi Indonesia. Pasalnya liberalisasi berpontensi membawa dampak buruk bagi sektor perbankan dalam negeri.
Dikatakannya, BI belum berencana untuk menambah liberalisasi sektor perbankan. Langkah tersebut baru akan diambil jika negara lain melakukan penambahan liberalisasi. "Secara umum kita sudah terbuka. Kita tidak akan buka lebih jauh jika bank lain tidak buka," ungkapnya.
Lebih lanjut, ke depannya, sektor perbankan harus meningkatkan daya saing. Pasalnya di masa depan tantangan yang ada akan semakin berat. "Untuk ke depannya akan meningkatkan daya saing. Tantangan ke depan tidak mudah," ucapnya.
Maka dari itu, untuk menghadapai hal tersebut, diperlukan proses kekuatan apa saja di sektor perbankan pada masing-masing negara. Dari riset tersebut dapat diambil keputusan langkah apa yang perlu dijalankan.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.