Batu Bara. Foto: Corbis
JAKARTA - Wakil Presiden Boediono mengungkapkan bila Indonesia tidak menginginkan terlalu banyak batu bara dalam proyek andalan 10 ribu megawatt (mw) tahap selanjutnya. Terutama untuk di pulau Jawa.
"Andalan kita untuk 10.000 mw yang berikutnya ini, kita tidak menginginkan terlalu banyak batu bara terutama di Jawa," kata Boediono usai buka bersama dengan pemimpin redaksi media massa di kediamanya, Jalan Diponegoro, Jumat (3/9/2010) malam.
Dia menambahkan bila di Jawa, Pemerintah akan mengusahakan unutk mencoba menggunakan gas dan biothermal. "Ini contoh-contoh yang kita garap," ujarnya.
Namun demikian, terkait hal ini, nantinya ada aturan-aturan yang akan dilancarkan. Walaupun dulu sudah ada beberapa aturan yang terbentuk, namun belum kondusif.
"Selain itu, lifting minyak juga coba kita garap. Sayangnya dalam beberapa tahun ini merosot, tetapi sekarang sudah stabil. Ini kunci bagi APBN atau apapun," tandasnya.
Sementara itu, inflasi, pertumbahan ekonomi, dikatakannya adalah berbagai asumsi dasar bagi APBN yang dampaknya bisa dilijat dari sisi kanan dan sisi kiri.
"Dari APBN ini benar-benar, kalau turun uang bisa hilang. Kalau inflasi turun bisa hilang bila pertumbuhan ekonomi bagus pada sisi kanan dan sisi kiri," pungkasnya. (ade)