JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan memperpanjang kontrak pengoperasian dan pemeliharaan jembatan tol yang menghubungkan Surabaya dan Madura (Suramadu) hingga April 2011 kepada PT Jasa Marga (Persero) Tbk.
Kontrak tersebut semestinya berakhir pada Desember 2010. Menteri PU Djoko Kiramanto mengatakan, perpanjangan masa kontrak tersebut disebabkan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) belum memulai pelaksanaan tender tersebut.
Pemerintah akhirnya memperpanjang masa kontrak kepada pemenang tender sebelumnya, yaitu Jasa Marga. “Perpanjangan kontrak itu dilakukan karena sampai saat ini pelaksanaan tender belum berjalan sesuai rencana. Selain itu saya juga belum mendapatkan laporan dari rencana tender tersebut dari BPJT,” kata Djoko di Jakarta kemarin.
Kerja sama antara swasta dan pemerintah tersebut telah tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79/2003 tentang Pembangunan Jembatan Surabaya-Madura.
Dalam peraturan tersebut telah ditetapkan Jembatan Suramadu dioperasikan sebagai jalan tol.Perpres juga menjelaskan pengoperasiannya diberlakukan sistem tender.
“Kalau masa kontrak Jasa Marga sudah habis 18 bulan pada Desember ini, maka kita perpanjang saja. Sekarang yang penting ada yang mengurusi. Pada prinsipnya, perpanjangan dilakukan agar proyek itu tetap dikelola dengan baik, tidak telantar begitu saja,” ujar Djoko.
Direktur Utama Jasa Marga Frans S Sunito membenarkan pemerintah telah memperpanjang masa pengoperasian dan pemeliharaan jembatan sepanjang 5.438 meter itu kepada perusahaannya hingga April 2011.
Meski demikian, dia belum mengetahui nilai kontrak yang akan diberikan pemerintah untuk mengoperasikan tol Suramadu. “Nilai kontraknya sedang diperhitungkan, karena masih harus dirumuskan BPJT dan Kementerian PU terlebih dulu. Nanti kalau sudah keluar hasilnya akan saya informasikan,” janji Frans.
Dia berharap nilai kontrak yang diberikan cukup rasional dan sesuai kebutuhan pengoperasiannya. Selama 18 bulan pengoperasian sebelumnya, perusahaan tekor karena nilai kontrak Rp10,8 miliar lebih rendah dari kebutuhan yang telah dikeluarkan.
Terkait keikutsertaan perusahaannya dalam tender pengoperasian tol Suramadu yang akan direncanakan selama lima tahun (2011–2016), Frans mengaku yakin Jasa Marga dapat kembali memenanginya.
Frans mengatakan, Jasa Marga telah berpengalaman dalam pengelolaan selama 18 bulan sejak Juli 2009. Selain itu, dari hasil pengelolaan Jasa Marga, pendapatan yang telah disetorkan juga cukup tinggi,mencapai sekitar Rp216 miliar hingga Oktober 2010.
Pendapatan dari pengoperasian Suramadu per hari diperkirakan sekitar Rp300 juta yang langsung disetorkan ke pemerintah. Dihubungi terpisah, Kepala BPJT Achmad Ghani Gazali mengatakan, saat ini BPJT dan Kementerian PU tengah menghitung kebutuhan waktu perpanjangan kontrak dan nilai kontrak yang akan ditawarkan pada Jasa Marga.
“Saat ini masih kita hitung berapa kebutuhan waktu dan anggarannya,” ujarnya. (heru febrianto)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.